Nasional

Kemenhan Latih Kader Bela Negara di Magelang, Kepedulian Sosial Jadi Sorotan

Urban Jateng Diperbarui 15:08 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memperkuat pembinaan karakter kebangsaan melalui Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026 di Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang, Jawa Tengah. Program ini melibatkan aparatur pemerintah, karyawan badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik swasta (BUMS), serta pekerja dari berbagai bidang.

Kegiatan tersebut tidak hanya menekankan pemahaman mengenai kebangsaan, tetapi juga mendorong peserta menerapkan nilai bela negara melalui tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Kepala Pusat Bela Negara Kemenhan, Brigjen TNI Luhut Marpaung, mengatakan upaya membangun kesadaran bela negara merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan Kemenhan maupun TNI, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Bela negara bukan sekadar mengangkat senjata atau menjalankan tugas militer. Menjaga lingkungan, mencegah kebakaran hutan, menciptakan keamanan, hingga menumbuhkan kepedulian sosial juga menjadi wujud nyata bela negara,” demikian penjelasan mengenai nilai bela negara yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Bela Negara Dapat Dimulai dari Lingkungan Sekitar

Latihan yang mengusung tema “Internalisasi Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045” itu diarahkan untuk memperkuat karakter kebangsaan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Luhut menekankan bahwa nilai bela negara perlu diwujudkan melalui tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kelestarian lingkungan, mencegah kebakaran hutan, serta membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif merupakan beberapa bentuk kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat.

“Harapan kami, semua pihak berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di lingkungan. Itulah nilai-nilai bela negara yang ingin kami ingatkan dan sampaikan bersama-sama,” katanya.

Menurut Luhut, pelaksanaan latihan di Rindam IV/Diponegoro merupakan bagian dari upaya Kemenhan memperluas pembinaan bela negara ke berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama dengan pemerintah daerah juga diharapkan tetap berlanjut setelah pelatihan berakhir.

Pemkab Magelang Tekankan Nilai Pancasila

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudyanto, mengapresiasi pelaksanaan latihan kader bela negara tersebut. Ia menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan membentuk sikap mental dan karakter warga negara berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

David menjelaskan, bela negara merupakan tanggung jawab setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1).

“Nilai dasar bela negara diharapkan menjadi landasan sikap dan perilaku yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia memaparkan lima nilai dasar bela negara, yakni cinta Tanah Air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara.

Kader Diharapkan Menularkan Semangat Kebangsaan

Pembinaan kader bela negara menjadi salah satu upaya membangun karakter bangsa untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Para peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama pelatihan, tetapi juga menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.

Mereka diharapkan dapat menularkan semangat kebangsaan kepada masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan di sekitar, serta mendorong keterlibatan warga dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Dengan demikian, bela negara dipahami bukan semata-mata sebagai tugas pertahanan militer, melainkan juga sebagai tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kepedulian, kedisiplinan, dan tindakan positif di lingkungan masyarakat.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar