agenda kota

Jembatan Gantung Langkap-Kramat Mulai Beroperasi, Purbalingga Siapkan Akses Pendukung Ekonomi Warga

Urban Jateng Diperbarui 15:07 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Pembangunan Jembatan Gantung Langkap-Kramat di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Pemerintah kabupaten pun menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung agar keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat lebih luas.

Jembatan yang menghubungkan Desa Langkap, Kecamatan Kertanegara, dengan Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, itu diresmikan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif pada Selasa. Selain mempermudah mobilitas warga, kawasan di sekitar jembatan berpotensi dikembangkan menjadi tempat aktivitas masyarakat dan usaha kecil.

“Jembatan ini diharapkan menjadi pusat keramaian baru atau tempat wisata kecil yang berdampak pada perekonomian desa dan masyarakat. Yang penting, kawasan ini dijaga dengan baik dan rapi,” kata Fahmi saat peresmian di Desa Langkap.

Pemkab Siapkan Perbaikan Jalan dan Penerangan

Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana meningkatkan kenyamanan akses menuju jembatan melalui pembangunan infrastruktur tambahan. Salah satu rencananya adalah menganggarkan perbaikan jalan di Desa Langkap yang mengarah ke jembatan, serta memasang lampu penerangan dari sisi Desa Langkap maupun Desa Kramat.

Pemkab juga telah merencanakan perbaikan ruas jalan Kramat-Sirau dan Sirau-Danasari. Pekerjaan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan paling lambat pada awal 2027.

Selain infrastruktur jalan, lahan milik pemerintah kabupaten di sekitar jembatan berpeluang dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti pembangunan taman atau lokasi berjualan. Pemanfaatan itu diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi warga sekitar.

“Sebagian lahan milik Pemkab Purbalingga di sekitar jembatan dapat dimanfaatkan secara produktif, misalnya untuk taman atau tempat berjualan, guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Fahmi.

Jembatan Sepanjang 100 Meter Dibangun dengan APBN

Jembatan Gantung Langkap-Kramat membentang di atas Sungai Tambra. Dengan panjang 100 meter dan lebar 1,8 meter, jembatan tersebut tercatat sebagai jembatan gantung dengan bentang terpanjang di Kabupaten Purbalingga.

Pembangunannya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sekitar Rp4,27 miliar. Pekerjaan dimulai pada 23 April 2026 dan selesai pada 19 Oktober 2026.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, dengan kapasitas maksimal 40 orang yang harus tersebar merata di sepanjang jembatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jawa Tengah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta, Rohmat Purnomo, mengatakan jembatan tersebut dibangun untuk menyediakan sarana penyeberangan yang lebih aman bagi masyarakat.

“Peruntukannya untuk sepeda motor dan pejalan kaki dengan kapasitas 40 orang yang tersebar merata tidak di satu titik,” katanya.

Akses Baru Mengakhiri Penantian Warga Sejak 1975

Kepala Desa Langkap Wahyu Wibowo mengatakan pembangunan jembatan permanen tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, warga sudah memperjuangkan akses penghubung itu sejak 1975.

Sebelum jembatan permanen tersedia, masyarakat mengandalkan jembatan kayu nonpermanen yang berisiko, terutama ketika debit Sungai Tambra meningkat pada musim hujan. Warga juga harus menempuh jalur memutar untuk mencapai sejumlah wilayah akibat keterbatasan akses.

“Alhamdulillah, apa yang kita impikan sejak 1975 akhirnya terealisasi tahun ini. Jembatan ini diharapkan meningkatkan perekonomian desa-desa sekaligus mempererat silaturahmi,” kata Wahyu, didampingi Kepala Desa Kramat Jarwani.

Wahyu berharap keberadaan jembatan dapat memberikan dampak ekonomi bagi Desa Langkap, Kramat, Sirau, Tunjungmuli, dan wilayah sekitarnya. Selain mendukung mobilitas, akses penghubung tersebut diharapkan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Masyarakat Diminta Menjaga Jembatan dan Lingkungan Sungai

Anggota DPR RI Rofik Hananto, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga Sumiarsih, menyebut pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, instansi teknis, pemerintah desa, serta masyarakat.

“Terwujudnya jembatan ini menjadi bukti bahwa aspirasi yang diperjuangkan dengan kesabaran, konsistensi, dan kerjasama yang baik dapat menjadi kenyataan,” katanya.

Rofik juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan jembatan sesuai fungsi dan kapasitas yang ditentukan. Warga diminta menjaga kondisi konstruksi, kebersihan, serta kelestarian lingkungan Sungai Tambra.

Keberadaan jembatan diharapkan tidak hanya memperpendek akses antardesa, tetapi juga menjadi fondasi bagi perkembangan ekonomi lokal. Agar manfaat tersebut berkelanjutan, pemanfaatan kawasan perlu diimbangi dengan pemeliharaan fasilitas dan lingkungan sekitarnya.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar