agenda kota

Api Abadi Mrapen Diarak Lintas Daerah, Simbol Semangat Porprov Jateng XVII

Urban Jateng Diperbarui 15:02 4 menit membaca
Foto: Jatengkita.id
Ukuran Teks:

GROBOGAN – Api Abadi Mrapen dari Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, menjadi bagian penting dalam rangkaian pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026. Api tersebut diambil pada Sabtu (24/10/2026) untuk kemudian dibawa dalam kirab melintasi sejumlah daerah sebelum digunakan dalam seremoni pembukaan.

Kirab api obor menjadi salah satu tradisi yang mengiringi penyelenggaraan ajang olahraga. Dalam Porprov Jateng XVII, perjalanan api dari Grobogan menuju lokasi pembukaan di Kota Semarang turut melibatkan beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Demak menjadi daerah pertama yang dilalui obor. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal. Pada acara pembukaan, api obor akan dikirab dari luar Kota Semarang untuk kemudian digunakan menyalakan obor Porprov.

Penggunaan Api Abadi Mrapen tidak hanya menjadi bagian dari seremoni pembukaan. Api tersebut juga membawa pesan tentang semangat perjuangan, pengabdian, dan sportivitas yang diharapkan mewarnai kompetisi para atlet.

Api Mrapen dan Pesan Sportivitas bagi Atlet

Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, menyampaikan bahwa Api Abadi Mrapen memiliki makna penting sebagai simbol semangat, perjuangan, dan sportivitas dalam dunia olahraga.

Semangat yang digambarkan melalui api tersebut diharapkan dapat menjadi energi bagi para peserta Porprov untuk menjalani pertandingan dengan penuh dedikasi. Nilai itu juga menjadi pengingat bahwa pencapaian dalam olahraga tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh sikap selama berkompetisi.

Pandangan serupa disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin. Ia menekankan bahwa semangat pengabdian dalam olahraga perlu berjalan seiring dengan penerapan nilai sportivitas.

Melalui kirab api, penyelenggaraan Porprov diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga mendorong persaingan yang sehat di antara atlet dari berbagai daerah.

Sejumlah Daerah Terlibat dalam Penyelenggaraan

Porprov Jateng XVII dijadwalkan berlangsung dengan Kota Semarang sebagai pusat penyelenggaraan. Sejumlah fasilitas olahraga disiapkan sebagai lokasi pertandingan, di antaranya Stadion Jatidiri, GOR Manunggal Jati, Sirkuit Mijen, dan GOR Citarum.

Pelaksanaan ajang ini juga melibatkan daerah lain di sekitar Semarang. Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan termasuk wilayah yang disebut turut mendukung penyelenggaraan kompetisi.

Keterlibatan sejumlah daerah tersebut memperluas cakupan pelaksanaan Porprov. Selain menjadi tempat pertandingan, wilayah-wilayah itu juga terhubung melalui rangkaian kegiatan pendukung, termasuk perjalanan kirab api obor.

Dengan melibatkan beberapa daerah, Porprov Jateng XVII menjadi agenda olahraga tingkat provinsi yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana.

Sebanyak 62 Cabang Olahraga Dipertandingkan

Porprov Jateng XVII dijadwalkan mempertandingkan 62 cabang olahraga. Dalam edisi kali ini, terdapat lima cabang olahraga yang disebut baru masuk dalam daftar pertandingan, yakni Barongsai, PEXI, Catur China, E-Sport, dan Kick Boxing.

Penambahan cabang olahraga tersebut memperlihatkan keberagaman disiplin yang diakomodasi dalam kompetisi tingkat provinsi ini. Para atlet dari daerah masing-masing akan berkesempatan menunjukkan kemampuan sesuai cabang yang diikuti.

Masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan pertandingan dapat memantau informasi jadwal melalui situs resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah di https://konijateng.id/jadwal-porprov/.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui jadwal pertandingan dan perkembangan kompetisi sesuai pembaruan yang diterbitkan penyelenggara.

Menghubungkan Warisan Daerah dengan Semangat Olahraga

Pemilihan Api Abadi Mrapen sebagai sumber api obor memberi ruang bagi Grobogan untuk tampil dalam rangkaian kegiatan olahraga tingkat provinsi. Asal api dari wilayah tersebut sekaligus menghubungkan identitas daerah dengan agenda olahraga yang melibatkan atlet dari berbagai kabupaten dan kota.

Kirab lintas daerah juga menjadi bagian dari perjalanan menuju pembukaan Porprov Jateng XVII. Dari Grobogan, obor melewati sejumlah wilayah sebelum mencapai Kota Semarang, tempat api akan digunakan dalam seremoni pembukaan.

Lebih dari sekadar simbol dimulainya pertandingan, api obor membawa pesan mengenai pentingnya perjuangan, semangat, dan sportivitas. Nilai-nilai itu diharapkan menjadi landasan bagi atlet selama mengikuti kompetisi pada 25-31 Oktober 2026.

Dengan puluhan cabang olahraga dan keterlibatan sejumlah daerah, Porprov Jateng XVII menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan prestasi sekaligus memperkuat semangat kompetisi yang sehat di Jawa Tengah.

Sumber:Jatengkita.id

Tinggalkan komentar