agenda kota

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Hampir 80 Relawan Masih Pantau Titik Rawan

Urban Jateng Diperbarui 15:13 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

TEMANGGUNG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dilaporkan padam pada Sabtu (24/10). Meski tidak lagi ditemukan titik api maupun asap, tim gabungan masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran kembali terjadi.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, laporan pemadaman diterima dari kawasan Basecamp Bimawari Pos 5 sekitar pukul 13.45 WIB. Namun, kondisi keamanan di lokasi masih terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan.

“Alhamdulillah, tadi sekitar jam 13.45 dari Basecamp Bimawari Pos 5 yang ada di atas di Gunung Sumbing sudah dinyatakan padam. Tingkat keamanannya masih kami perbarui, teman-teman masih memantau terus di sana,” katanya.

Hampir 80 relawan masih bertahan di sejumlah titik, yakni Pos 3, Pos 4, dan Pos 5. Mereka bertugas memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.

Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan dari unsur relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Basarnas. Pemerintah daerah berharap proses pemadaman segera tuntas sehingga seluruh personel dapat menyelesaikan tugasnya setelah kawasan dipastikan aman.

“Semoga ini hari terakhir teman-teman bersama-sama memadamkan api. Saya optimistis hari ini selesai, insyaallah,” katanya.

Api Merambat dari Dua Sektor Lereng Gunung

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto menjelaskan, kebakaran di kawasan Gunung Sumbing merambat melalui dua sektor utama, yakni bagian utara dan selatan.

Di sektor utara, tepatnya Kecamatan Kledung, api bergerak dari kawasan jalur pendakian Garung menuju jalur pendakian Batursari. Sementara itu, di sektor selatan, api merambat dari jalur pendakian Butuh, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, menuju Petak 27 di Desa Tanggulanom, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung.

Pergerakan api di kedua sektor tersebut membuat penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim gabungan juga memprioritaskan pengamanan wilayah yang berpotensi terdampak kebakaran.

Pemadaman Berlangsung Sejak 20 Oktober

Upaya penanganan karhutla telah dilakukan sejak Selasa (20/10). Pada tahap awal, pemantauan dilaksanakan melalui Basecamp Azora di Desa Batursari, Kecamatan Kledung.

Ketika titik api mulai memasuki wilayah Temanggung pada Rabu (21/10), petugas melanjutkan pemadaman dari kawasan Batursari. Salah satu fokus utama saat itu adalah mengamankan sumber mata air yang digunakan masyarakat.

Penanganan kemudian dilanjutkan pada Sabtu (24/10) melalui Basecamp Bimawari menuju Camp Area, Pos 4, dan Pos 5 di lereng Gunung Sumbing.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Sabtu siang, petugas tidak lagi menemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan yang dipantau. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk mulai turun secara bertahap karena situasi dinilai kondusif.

Pemantauan Dilanjutkan untuk Cegah Api Kembali Muncul

Meski kebakaran telah dinyatakan padam, pemantauan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Keberadaan personel di sejumlah pos dimaksudkan untuk memastikan kondisi kawasan tetap terkendali sebelum seluruh tugas lapangan dinyatakan selesai.

Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap pemadaman kali ini menjadi akhir dari rangkaian penanganan kebakaran di lereng Gunung Sumbing. Namun, kepastian keamanan kawasan tetap mengacu pada hasil pemantauan tim gabungan di lapangan.

Dengan tidak ditemukannya lagi api dan asap dalam laporan terakhir, penanganan memasuki tahap pemantauan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan agar potensi munculnya kembali titik api dapat segera diketahui dan ditangani.

Sumber: Antaranews.com

Tinggalkan komentar