Yogyakarta — Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama aksi penyampaian aspirasi pada momentum Hari Sumpah Pemuda. Pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, kepolisian telah berkoordinasi dengan jajaran TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ialah Malioboro.
“Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, kami bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas yang sifatnya situasional,” katanya dalam keterangan resmi Polda DIY, Rabu.
Menurut Ihsan, pengaturan lalu lintas tidak akan diterapkan secara otomatis selama aksi berlangsung. Penutupan atau rekayasa jalan baru dilakukan apabila kepadatan kendaraan mulai memicu kemacetan atau menghambat mobilitas masyarakat.
“Jika arus lalu lintas normal, tentunya kami tidak akan melakukan penutupan, kemudian jalan tetap akan dibuka seperti biasa agar aktivitas warga dan aktivitas ekonomi maupun pariwisata tidak terganggu,” ujarnya.
Pengamanan aksi mengedepankan pendekatan humanis
Selain menyiapkan pengaturan lalu lintas, Polda DIY bersama TNI berkomitmen mengawal kegiatan penyampaian aspirasi yang melibatkan pemuda dan mahasiswa. Pengamanan tersebut ditujukan agar aksi berlangsung aman dan tertib tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
“Komitmen kami jelas, Polda DIY menghormati hak menyampaikan aspirasi dari rekan-rekan pemuda dan mahasiswa dengan aman dan tertib, tentunya dengan mengedepankan pendekatan humanis,” katanya.
Ihsan menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Karena itu, kehadiran aparat di lokasi aksi dimaksudkan untuk membantu memastikan kegiatan berlangsung tertib sekaligus menjaga agar kepentingan masyarakat lainnya tetap terlindungi.
“Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, terlebih bagi rekan-rekan mahasiswa dan pemuda di momentum Hari Sumpah Pemuda ini,” katanya.
Peserta aksi diminta menjaga fasilitas publik
Polda DIY juga mengimbau peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum maupun cagar budaya. Peserta diminta menghindari tindakan anarkis, termasuk vandalisme, demi menjaga keamanan dan citra Yogyakarta.
Di sisi lain, masyarakat dan wisatawan diminta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Kepolisian menyatakan rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan situasi sehingga akses jalan tidak ditutup apabila kondisi kendaraan masih normal.
“Kepada masyarakat luas serta wisatawan silakan tetap beraktivitas secara normal seperti biasa, tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Personel tidak dibekali senjata api dan peluru tajam
Sebagai bagian dari pendekatan pelayanan yang humanis, Ihsan menyebut personel Polda DIY yang diterjunkan dalam pengamanan aksi tidak dibekali senjata api maupun peluru tajam.
Jumlah personel yang ditugaskan akan disesuaikan dengan kebutuhan pengamanan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelayanan kepolisian sekaligus menjaga agar penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.
“Kami laksanakan pelayanan secara maksimal, (jumlah personel) disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Dengan pengaturan lalu lintas yang menyesuaikan kondisi lapangan dan pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis, Polda DIY berupaya menjaga keseimbangan antara kelancaran aksi penyampaian aspirasi, mobilitas warga, serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di Yogyakarta.
Sumber:Antaranews.com