SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menertibkan 57 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kaligawe sebagai bagian dari persiapan proyek normalisasi saluran air. Penataan dilakukan untuk membuka akses pekerjaan infrastruktur yang ditujukan mengurangi risiko banjir saat musim penghujan.
Puluhan pedagang tersebut berada di depan eks Terminal Terboyo hingga sepanjang saluran air di Jalan Kaligawe. Area tersebut akan disiapkan agar proses normalisasi yang direncanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat berjalan tanpa hambatan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan dukungannya terhadap rencana perbaikan saluran air tersebut. Menurutnya, normalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur pengendali banjir di kawasan Kaligawe.
Pekerjaan yang direncanakan memiliki panjang sekitar empat kilometer, mulai dari kawasan Terboyo hingga perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak.
“Penanganan banjir membutuhkan kerja bersama. Kami mendukung rencana Kementerian PU melakukan normalisasi saluran Kaligawe. Upaya ini penting untuk memperbaiki fungsi saluran dan mengurangi potensi luapan air saat musim penghujan,” katanya di Semarang, Selasa.
Agustina menilai pembenahan saluran air perlu dilakukan secara terpadu melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap normalisasi tersebut mampu mengurangi potensi genangan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga di kawasan Kaligawe yang selama ini menjadi salah satu wilayah perhatian dalam penanganan banjir.
Normalisasi Saluran Kaligawe Dimulai Pekan Depan
Kepala Satpol PP Kota Semarang Kusnandir menjelaskan, penanganan terhadap 57 PKL dilakukan melalui koordinasi bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Kecamatan Genuk.
Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang mengenai rencana pekerjaan infrastruktur tersebut.
Penyiapan area saluran ditargetkan selesai pada pekan ini. Langkah tersebut diperlukan agar pekerjaan fisik normalisasi dapat dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Kementerian PU menjadwalkan dimulainya pekerjaan pada pekan depan dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026.
Pengerukan Lumpur hingga Penguatan Pondasi Saluran
Dalam proyek tersebut, terdapat beberapa pekerjaan utama yang akan dilakukan untuk meningkatkan fungsi saluran air di Kaligawe.
Pekerjaan meliputi pengerukan endapan sedimen lumpur, pembersihan sampah, serta penguatan pondasi pada sisi kiri dan kanan saluran.
Pengerukan sedimen dan pembersihan sampah ditujukan untuk memperbaiki kelancaran aliran air. Sementara penguatan pondasi dilakukan sebagai bagian dari pembenahan konstruksi saluran.
Melalui rangkaian pekerjaan tersebut, saluran air diharapkan dapat berfungsi lebih optimal dalam menampung dan mengalirkan air, khususnya ketika curah hujan meningkat.
Pemkot Semarang berharap kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui proyek normalisasi ini dapat memperkuat upaya pengendalian banjir di Kaligawe. Selain mengurangi risiko luapan air, pembenahan infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Terboyo hingga perbatasan Demak.
Sumber:Antaranews.com