agenda kota

Tanggul Pantai Demak Dikebut, Progres Pembangunan Capai 65 Persen Lebih

Urban Jateng Diperbarui 15:07 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengawal pembangunan hybrid seawall atau tanggul pantai di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, untuk mengurangi dampak banjir rob dan abrasi yang telah lama mengganggu kehidupan masyarakat pesisir.

Proyek yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah 2026 sebesar Rp10 miliar tersebut diharapkan membantu melindungi kawasan tambak dan memulihkan aktivitas ekonomi warga yang selama ini terdampak masuknya air laut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung pembangunan tanggul tersebut pada Selasa. Ia menekankan pentingnya infrastruktur itu bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan dan budi daya tambak.

“Pembangunan tanggul pantai tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi dampak rob dan abrasi yang menghambat aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan budi daya perikanan di kawasan tambak,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Ia juga mengapresiasi respons positif warga terhadap pembangunan pelindung pantai tersebut.

Progres Pengerjaan Dua Paket Sudah Melampaui 50 Persen

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menjelaskan, penanganan pesisir Surodadi mencakup total panjang 930 meter. Pekerjaan tersebut terdiri atas bangunan utama tanggul sepanjang 720 meter dan struktur groin atau pengendali gelombang sepanjang 210 meter.

Pembangunan dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Setiap paket mencakup bangunan utama sepanjang 362 meter serta struktur groin sepanjang 105 meter. Secara keseluruhan, konstruksi tersebut menggunakan 8.500 buah buis beton.

Berdasarkan laporan per 25 Oktober 2026, progres paket I tercatat mencapai 56,212 persen. Sementara itu, paket II telah mencapai 65,822 persen.

Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 175 hari, mulai 5 Juni hingga 26 November 2026. Dengan jadwal tersebut, penyelesaian pekerjaan menjadi bagian penting agar infrastruktur pelindung pantai dapat segera dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunan.

Tanggul Dirancang Bersama Perlindungan Alami Mangrove

Pembangunan hybrid seawall tidak hanya mengandalkan struktur beton, tetapi juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga wilayah pantai melalui Program Mageri Segoro. Sepanjang 2025, program itu mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove pada lahan seluas 257 hektare di kawasan pesisir Jawa Tengah.

Perlindungan melalui infrastruktur dan vegetasi pesisir diharapkan dapat mendukung upaya mengurangi dampak abrasi sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan di sekitar kawasan pantai.

Warga Berharap Perlindungan Diperluas ke Wilayah Lain

Kepala Desa Surodadi Supriyanto menyambut baik pembangunan tanggul pantai tersebut. Ia menilai keberadaan struktur pelindung mulai memberikan harapan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan abrasi dan masuknya air laut ke kawasan tempat tinggal maupun area pemanfaatan warga.

Menurut Supriyanto, manfaat proyek akan semakin besar jika pembangunan dapat dilanjutkan hingga menjangkau wilayah pesisir lain yang masih membutuhkan perlindungan.

Ia menegaskan bahwa dampak abrasi tidak hanya dirasakan pemilik tambak, tetapi juga masyarakat secara luas. Karena itu, perlindungan pantai dinilai penting untuk membantu memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Pemerintah desa, lanjut Supriyanto, telah menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, termasuk warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi pembangunan maupun warga yang tidak mempunyai tambak.

Pembangunan tanggul di Surodadi diharapkan menjadi bagian dari upaya mengurangi beban masyarakat pesisir akibat rob dan abrasi. Selain memperkuat perlindungan kawasan, keberadaan infrastruktur ini diharapkan memberi ruang bagi warga untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih aman.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar