Bisnis

BPOM Gandeng Pemkot Surakarta Perkuat Keamanan Jamu, Pedagang Tradisional Jadi Sasaran

Urban Jateng Diperbarui 15:12 4 menit membaca
Foto: rri.co.id
Ukuran Teks:

BPOM Gandeng Pemkot Surakarta Perkuat Keamanan Jamu, Pedagang Tradisional Jadi Sasaran

Program IDAMAN menyasar pelaku usaha obat bahan alam hingga penjual jamu gendong untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.

Surakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Kota Surakarta memperkuat pengawasan terhadap produk jamu tradisional melalui Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN). Program ini diarahkan untuk meningkatkan keamanan produk sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya Indonesia.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan kegiatan bimbingan teknis bagi pelaku usaha obat bahan alam dan jamu racikan di Bale Tawang Praja, Balai Kota Surakarta, Senin (26/10/2026).

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri, mengatakan pengembangan jamu perlu terus dilakukan setelah tradisi tersebut ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada akhir 2023.

Meski memiliki nilai budaya yang kuat, jamu masih menghadapi tantangan berupa persepsi negatif di tengah masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa produk jamu tertentu dicampur dengan bahan obat terlarang.

Untuk menjawab persoalan tersebut, BPOM mendorong perubahan pola pengawasan yang tidak hanya mengandalkan tindakan setelah ditemukan pelanggaran, tetapi juga mengutamakan pencegahan dan keterlibatan berbagai pihak.

Pendekatan preventif dan partisipatif diharapkan dapat mendorong pelaku usaha menjaga kualitas produk sejak proses produksi hingga jamu sampai ke tangan konsumen.

Jamu Berpeluang Menjadi Bagian dari Wisata Kebugaran

Selain memastikan keamanan produk, BPOM melihat peluang pengembangan jamu sebagai bagian dari ekosistem wisata kebugaran atau wellness tourism di Surakarta.

Menurut Kashuri, potensi tersebut dapat dimanfaatkan melalui keterlibatan sektor perhotelan dalam memperluas penggunaan dan pemasaran produk jamu lokal.

“Saya minta di hotel-hotel itu bisa membeli produknya Bapak Ibu sekalian yang dijadikan sebagai amenities. Apakah welcome drink-nya diganti dengan jamu semua? Itu adalah upaya yang sangat konkret,” ujar Kashuri, Senin, 26 Oktober 2026.

Pemanfaatan jamu sebagai bagian dari layanan hotel dinilai dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha. Dengan demikian, penguatan keamanan produk dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan nilai ekonomi jamu tradisional.

Langkah tersebut juga membuka peluang agar produk jamu lokal lebih dikenal oleh pengunjung yang datang ke Kota Surakarta.

Penjual Jamu Gendong di Laweyan Ikut Menjadi Sasaran

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyambut baik penunjukan Surakarta sebagai wilayah sasaran pelaksanaan Program IDAMAN di kawasan Solo Raya.

Pemerintah kota, kata dia, berkomitmen mengawal kelayakan produksi hingga peredaran obat tradisional agar produk yang dikonsumsi masyarakat memenuhi aspek keamanan.

Salah satu perhatian program ini adalah pelaku usaha kecil yang masih mempertahankan cara berjualan secara tradisional. Pemerintah tidak hanya menyasar produsen berskala besar, tetapi juga penjual jamu gendong yang beroperasi langsung di lingkungan masyarakat.

“Di Kota Surakarta akan difokuskan pada Kecamatan Laweyan di mana ada 16 pelaku usaha Jamu Gendong yang saat ini masih berjualan secara tradisional. Sehingga kita juga pengin memastikan Jamu Gendong di Kota Surakarta ini juga aman dan layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Pelibatan 16 pelaku usaha jamu gendong di Kecamatan Laweyan menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan pengawasan. Sebab, keamanan jamu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan industri besar, tetapi juga dengan produk racikan yang dijual secara langsung kepada konsumen.

Melalui pendampingan tersebut, pelaku usaha tradisional diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kualitas bahan baku, kebersihan proses pengolahan, serta kelayakan produk sebelum dipasarkan.

BPOM Tekankan Manfaat Jamu Harus Sampai ke Konsumen

Kepala BPOM Surakarta, Taufiqurrohman, menilai kesadaran pelaku usaha menjadi unsur penting dalam keberhasilan Program IDAMAN.

Menurutnya, istilah “sadar” dalam nama program tersebut menegaskan bahwa keamanan jamu tidak cukup bergantung pada pengawasan pemerintah. Pelaku usaha juga perlu memiliki pemahaman dan tanggung jawab untuk mempertahankan mutu produk yang mereka hasilkan.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pelestarian warisan leluhur agar khasiat jamu tetap dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa diiringi risiko akibat proses produksi yang tidak higienis.

Taufiqurrohman menegaskan bahwa prinsip utama BPOM adalah mencegah risiko yang berpotensi membahayakan konsumen.

“Targetnya satu, agar jamu ini nanti yang nyampai adalah manfaatnya. Obat-bahan alam ini yang nyampai manfaatnya tidak mudaratnya. Kita kumpul di sini dalam rangka mengoptimalisasi agar manfaat bisa sampai ke masyarakat,” ucap Taufiqurrohman.

Melalui Program IDAMAN, BPOM dan Pemerintah Kota Surakarta berupaya membangun kesadaran bersama bahwa pelestarian jamu perlu disertai jaminan keamanan dan kualitas. Keterlibatan produsen, pedagang tradisional, pemerintah, serta sektor perhotelan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan jamu sebagai produk budaya dan ekonomi lokal.

Tinggalkan komentar