kuliner

Dari Susu Segar Menjadi Susu Bubuk, Begini Tahapan Produksi di Pabrik Nestle Kejayan Pasuruan

Urban Jateng Diperbarui 10:09 4 menit membaca
Foto: antaranews.com
Ukuran Teks:

Proses pembuatan susu bubuk ternyata melalui sejumlah tahapan panjang sebelum akhirnya siap dikemas dan dipasarkan kepada konsumen. Mulai dari pemeriksaan kualitas susu segar yang dikirim peternak, pemisahan kandungan lemak, hingga pengeringan menggunakan teknologi khusus.

Proses tersebut dapat dilihat secara langsung di Pabrik Nestle Kejayan yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pabrik ini menjadi salah satu fasilitas produksi utama Nestle Indonesia yang telah beroperasi sejak 1988.

Dalam kesempatan kunjungan media, PT Nestle Indonesia memperlihatkan rangkaian pengolahan susu sapi segar menjadi produk susu bubuk. Fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 220.000 meter persegi dan memproduksi berbagai varian susu Dancow, termasuk Dancow Instan Full Cream, Dancow 3 dan 5 Plus, serta Dancow Choco.

Selain produk susu bubuk, pabrik tersebut juga memproduksi susu cair Bear Brand untuk memenuhi kebutuhan pasar Jawa Timur.

Pasokan 360 Ton Susu Segar Setiap Hari

Kelancaran produksi susu bubuk tidak terlepas dari pasokan bahan baku yang berasal dari peternak sapi perah di berbagai wilayah Jawa Timur.

Dairy Category Manager Sutarman menjelaskan, Pabrik Nestle Kejayan menerima sekitar 360 ton susu segar setiap hari dari 14 ribu peternak yang tersebar di 14 kabupaten di Jawa Timur.

Susu tersebut dikirim menggunakan truk tangki dengan kapasitas beragam, mulai dari 1,5 ton hingga 18 ton.

Dalam operasional selama 24 jam, sekitar 30 sampai 50 truk datang membawa susu segar ke fasilitas penerimaan pabrik. Untuk menjaga kualitas bahan baku selama perjalanan, susu harus dipertahankan pada suhu sekitar 4 derajat Celsius.

Setibanya di pabrik, susu terlebih dahulu diarahkan menuju fasilitas penerimaan yang disebut fresh milk reception. Pada tahap ini, kualitas setiap pasokan diperiksa sebelum masuk ke proses produksi berikutnya.

Setiap Pasokan Susu Melewati Pemeriksaan Kualitas

Sebelum diproses menjadi produk konsumsi, susu segar harus melewati serangkaian pengujian yang dilakukan petugas quality control.

Petugas mengambil sampel langsung dari tangki pengangkut untuk memastikan bahan baku memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Pemeriksaan tersebut mencakup kandungan makronutrien, pengujian organoleptik melalui warna, rasa, dan bau, pemeriksaan temperatur saat kedatangan, serta tes kandungan antibiotik dan indikasi pemalsuan susu.

Sutarman menjelaskan, pemeriksaan antibiotik menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui kondisi bahan baku yang diterima dari peternak.

“Kalau ada kandungan antibiotik artinya sapinya sakit,” kata Sutarman, di Pasuruan, Jawa Timur.

Pengujian tersebut menjadi tahapan awal sebelum susu dinyatakan memenuhi persyaratan untuk diproses lebih lanjut.

Setelah dinyatakan lolos pemeriksaan, susu dari truk tangki kemudian disedot menggunakan sistem penyaluran khusus menuju tiga tabung penyimpanan atau silo raw milk.

Masing-masing tabung memiliki kapasitas sekitar 100 ton susu. Dari tempat penyimpanan tersebut, bahan baku kemudian dialirkan sesuai kebutuhan untuk diproses menjadi susu bubuk maupun susu cair.

Proses Pengolahan Mengubah Susu Cair Menjadi Bubuk

Setelah melewati pemeriksaan dan penyimpanan, susu segar memasuki tahapan pengolahan untuk menghasilkan produk susu bubuk.

Pada tahap awal, susu cair dialirkan menuju tabung tipping sebelum diteruskan ke peralatan scanima.

Proses ini bertujuan memisahkan kandungan lemak dan air agar komponen lemak susu dapat terdispersi dengan baik dalam air. Pengolahan tersebut juga membantu mengubah konsistensi susu menjadi lebih kental.

Selanjutnya, susu memasuki proses homogenisasi atau homogenesis. Tahapan ini dilakukan untuk menyeragamkan struktur lemak sehingga ketika produk dilarutkan kembali menggunakan air, kandungan lemak tidak mudah menggumpal.

Setelah struktur susu diseragamkan, bahan baku kemudian masuk ke tahap pengeringan menggunakan mesin spray dryer.

Spray Dryer Berdiameter 6,5 Meter Jadi Tahap Penting

Salah satu bagian penting dalam produksi susu bubuk berlangsung di dalam mesin spray dryer yang memiliki diameter sekitar 6,5 meter.

Pada tahap ini, susu yang sebelumnya telah melalui proses pengolahan disemprotkan dan dikeringkan dengan bantuan uap panas bertekanan tinggi.

Teknologi tersebut memungkinkan kandungan air dalam susu berkurang sehingga bahan baku yang awalnya berbentuk cair dapat berubah menjadi bubuk.

Proses pengeringan ini berlangsung kurang lebih satu jam.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian produksi karena menghasilkan bentuk akhir susu bubuk dari bahan baku susu segar yang dikumpulkan langsung dari peternak.

Peternak Lokal Menjadi Bagian Penting Rantai Produksi

Besarnya kebutuhan bahan baku Pabrik Nestle Kejayan memperlihatkan peran penting peternak sapi perah dalam menjaga keberlangsungan industri pengolahan susu.

Pasokan sekitar 360 ton susu segar setiap hari menunjukkan bahwa kegiatan produksi pabrik melibatkan jaringan peternak yang tersebar di berbagai kabupaten di Jawa Timur.

Selain membutuhkan ketersediaan bahan baku dalam jumlah besar, proses produksi juga bergantung pada pengendalian suhu selama pengiriman dan pemeriksaan kualitas ketika susu tiba di pabrik.

Melalui rangkaian pemeriksaan dan pengolahan tersebut, susu segar dari peternak dapat diteruskan ke proses produksi menjadi berbagai produk yang dipasarkan kepada masyarakat.

Pabrik Nestle Kejayan pun menjadi salah satu fasilitas industri pengolahan susu yang menghubungkan produksi peternakan sapi perah dengan kebutuhan konsumen di pasar.

Sumber:antaranews.com

Tinggalkan komentar