TEMANGGUNG – Tradisi melinting tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus didorong agar tidak hanya bertahan sebagai bagian dari kearifan lokal, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar lomba nglinting tembakau yang diikuti 230 peserta.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan tembakau lembutan khas Temanggung kepada masyarakat yang lebih luas. Selain menjaga tradisi, lomba ini diharapkan membuka peluang pasar baru bagi produk tembakau rakyat yang menjadi salah satu potensi daerah.
Ketua Panitia Lomba Nglinting Tembakau, Yudha Sudarmaji, mengatakan aktivitas melinting tembakau kini semakin diminati berbagai kalangan, termasuk anak muda dan konsumen dari luar daerah.
Menurutnya, meningkatnya minat tersebut menjadi peluang untuk memperluas pengenalan produk tembakau lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertembakauan.
“Memberikan peluang pasar agar ini bisa terkenal sehingga masyarakat bisa membeli tembakau rakyat ini. Maka lomba ini mudah-mudahan bisa mengangkat sektor ekonomi di bidang pertembakauan, khususnya di Temanggung.” katanya.
Lomba Nglinting Jadi Sarana Promosi Tembakau Lokal
Keikutsertaan 230 peserta menunjukkan bahwa tradisi melinting tembakau masih memiliki ruang untuk dikembangkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Panitia berharap lomba tersebut dapat meningkatkan perhatian terhadap tembakau lembutan, sekaligus memperluas jangkauan pengenalan produk yang dihasilkan masyarakat Temanggung.
Dengan semakin dikenalnya tembakau lokal, peluang pemasaran diharapkan ikut terbuka. Dampaknya tidak hanya menyangkut keberlangsungan tradisi, tetapi juga potensi peningkatan nilai jual produk tembakau rakyat.
Bupati Dorong Tradisi Tembakau Jadi Daya Tarik Wisata
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas daerah yang dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau di Jawa Tengah.
Ia berharap lomba melinting tembakau dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat dari berbagai daerah.
” Kita harus tetap menjunjung tinggi kearifan di Temanggung berkaitan dengan tembakau, maka teman-teman mengadakan festival lomba nglinting. Mudah-mudahan ini menjadi satu daya tarik banyak daerah di Temanggung, dan harapannya acara seperti ini bisa terus kita adakan dan gaung Temanggung akan semakin membaik,” katanya.
Menurut Agus, kegiatan serupa perlu terus diselenggarakan agar masyarakat semakin mengenal kekayaan tradisi dan potensi yang dimiliki Temanggung.
Penyelenggaraan festival juga diharapkan dapat memperkuat citra daerah melalui kegiatan yang mengangkat kearifan lokal sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam promosi potensi daerah.
Pelestarian Tradisi Diharapkan Berdampak pada Ekonomi
Keberlanjutan tradisi melinting tembakau menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pemerintah daerah berharap tradisi ini tetap dikenal oleh generasi muda dan dapat memberikan nilai tambah bagi produk tembakau lokal.
Di sisi ekonomi, perluasan pengenalan tembakau lembutan diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih besar bagi produk masyarakat. Sementara itu, pengembangan lomba menjadi daya tarik wisata berpotensi memperkuat promosi Temanggung sebagai daerah penghasil tembakau.
Melalui kegiatan tersebut, pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal diharapkan dapat berjalan beriringan. Dengan dukungan penyelenggaraan berkelanjutan, lomba nglinting tembakau berpeluang menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan identitas Temanggung sekaligus memperluas pasar tembakau rakyat.
Sumber : Antaranews.com