Memilih destinasi untuk perjalanan luar negeri pertama tidak cukup hanya mempertimbangkan keindahan kota, biaya penginapan, atau kemudahan transportasi. Bagi wisatawan Indonesia, persyaratan visa juga menjadi faktor penting sebelum menentukan negara tujuan.
Jakarta – Porto dan Lisbon di Portugal dinobatkan sebagai dua kota terbaik di dunia bagi wisatawan yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri. Namun, predikat tersebut belum tentu membuat kedua kota itu menjadi pilihan paling mudah bagi pemegang paspor Indonesia.
Riset yang dilakukan platform hiburan digital BC Game dan dirilis pada September 2026 menempatkan Porto dan Lisbon di posisi teratas dalam daftar kota ramah bagi wisatawan pemula.
Penilaian tersebut dilakukan terhadap 40 kota besar dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. Mulai dari keamanan, kemampuan penduduk menggunakan bahasa Inggris, keramahan masyarakat lokal, tarif hotel, jumlah landmark bersejarah, kemudahan berjalan kaki, hingga harga makanan di restoran lokal.
Porto memiliki keunggulan dari sisi biaya penginapan. Rata-rata tarif hotel di kota tersebut berada di angka US$105 atau sekitar Rp1,7 juta per malam.
Sementara itu, Lisbon menawarkan daya tarik berupa hampir 200 landmark yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Meski demikian, biaya hotel di ibu kota Portugal tersebut relatif lebih tinggi, yakni sekitar US$135 atau Rp2,2 juta per malam.
Di bawah kedua kota Portugal itu, Praha menempati posisi kedua dengan nilai keamanan 75 dari 100. Seoul berada di urutan ketiga dan dikenal sebagai salah satu destinasi yang lebih terjangkau dalam daftar tersebut.
Tarif hotel di Seoul disebut mulai US$65 atau sekitar Rp1,06 juta per malam. Sementara harga makanan di restoran lokal dimulai dari US$8 atau sekitar Rp130 ribu.
Selain empat kota tersebut, daftar sepuluh besar juga mencakup Helsinki, Kyoto, Madrid, Budapest, Wina, dan Seville.
Paspor Indonesia Menjadi Pertimbangan Utama
Meski menawarkan gambaran mengenai kota-kota yang nyaman untuk wisatawan pemula, daftar tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang dihadapi pelancong dari Indonesia.
Persoalan utamanya terletak pada akses perjalanan internasional yang berbeda-beda untuk setiap kewarganegaraan.
Berdasarkan Henley Passport Index 2026, paspor Indonesia berada di peringkat ke-67 dunia dengan akses bebas visa atau visa on arrival (VoA) ke 71 negara dan wilayah.
Posisi tersebut masih jauh dibandingkan Singapura yang menempati peringkat pertama dengan akses ke 192 destinasi. Jepang dan Korea Selatan juga memiliki posisi kuat dengan masing-masing 188 destinasi bebas visa.
Perbedaan akses tersebut membuat pengalaman merencanakan perjalanan pertama ke luar negeri tidak sama bagi setiap wisatawan.
Bagi pemegang paspor negara dengan akses perjalanan lebih luas, menentukan destinasi pertama mungkin lebih banyak dipengaruhi oleh selera, anggaran, dan ketertarikan terhadap suatu kota.
Namun, bagi warga Indonesia, pemeriksaan persyaratan masuk negara tujuan menjadi tahap penting sebelum memesan tiket pesawat maupun hotel.
Enam Kota Eropa Masih Membutuhkan Visa Schengen
Dari sepuluh kota yang masuk dalam daftar BC Game, sebagian besar berada di kawasan Eropa yang menerapkan aturan visa Schengen.
Portugal, Ceko, Finlandia, Spanyol, Hungaria, dan Austria termasuk negara yang mewajibkan pemegang paspor Indonesia mengurus visa Schengen untuk kunjungan wisata.
Proses pengajuan visa tersebut membutuhkan sejumlah persyaratan, antara lain dokumen perjalanan, bukti kemampuan finansial, asuransi perjalanan, serta dokumen pendukung lainnya.
Proses administrasi juga dapat memerlukan waktu berminggu-minggu sehingga wisatawan perlu mempersiapkan perjalanan jauh sebelum tanggal keberangkatan.
Kondisi ini membuat Porto, Lisbon, Praha, Helsinki, Madrid, Budapest, Wina, dan Seville membutuhkan perencanaan dokumen yang lebih matang bagi wisatawan Indonesia.
Dengan demikian, predikat kota terbaik untuk turis pemula tidak otomatis berarti destinasi tersebut mudah dikunjungi oleh seluruh pemegang paspor.
Kyoto dan Seoul Punya Ketentuan Berbeda bagi WNI
Di luar kawasan Eropa, Kyoto dan Seoul juga masuk dalam daftar kota yang menarik perhatian wisatawan pemula.
Jepang memiliki skema pembebasan visa melalui visa waiver bagi pemegang paspor biasa Indonesia yang telah melakukan registrasi sesuai ketentuan. Fasilitas tersebut mempunyai masa berlaku dan persyaratan tertentu.
Kebijakan ini membuat Kyoto dapat menjadi salah satu alternatif perjalanan internasional bagi WNI yang telah memenuhi persyaratan administrasi.
Sementara itu, Korea Selatan menerapkan kebijakan bebas visa terbatas bagi warga negara Indonesia. Ketentuan tersebut tidak dapat disamakan dengan fasilitas bebas visa penuh untuk seluruh jenis kunjungan.
Artinya, wisatawan tetap perlu memeriksa aturan perjalanan yang berlaku sebelum menentukan jadwal keberangkatan.
ASEAN Bisa Menjadi Pilihan Awal yang Lebih Realistis
Bagi masyarakat Indonesia yang baru pertama kali merencanakan perjalanan ke luar negeri, kawasan Asia Tenggara dapat menjadi alternatif yang lebih praktis.
Sejumlah negara ASEAN menawarkan kemudahan perjalanan bagi pemegang paspor Indonesia melalui kebijakan bebas visa untuk kunjungan singkat sesuai ketentuan masing-masing negara.
Selain jarak yang relatif dekat, kawasan ini juga memberikan pilihan destinasi dengan karakter wisata yang beragam.
Wisatawan dapat memperoleh pengalaman perjalanan internasional tanpa harus langsung menghadapi proses pengajuan visa yang lebih kompleks seperti perjalanan ke sejumlah negara Eropa.
Jepang juga bisa dipertimbangkan sebagai alternatif apabila wisatawan telah memenuhi persyaratan registrasi visa waiver. Beberapa negara Asia Timur lainnya dapat menjadi pilihan setelah aturan VoA atau electronic travel authorization (eTA) diperiksa terlebih dahulu.
Daftar Kota Terbaik Sebaiknya Menjadi Referensi, Bukan Patokan
Riset BC Game memberikan gambaran mengenai sejumlah kota yang menawarkan kenyamanan bagi wisatawan pemula berdasarkan aspek keamanan, biaya, keramahan penduduk, dan akses terhadap tempat wisata.
Namun, indikator tersebut belum cukup untuk menentukan destinasi paling sesuai bagi wisatawan Indonesia.
Kemudahan memperoleh izin masuk negara tujuan menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Tanpa memperhitungkan aspek tersebut, rekomendasi destinasi internasional berpotensi memberikan gambaran yang kurang sesuai dengan kondisi calon pelancong.
Karena itu, masyarakat yang baru pertama kali ingin bepergian ke luar negeri sebaiknya memulai perencanaan dengan memeriksa kekuatan paspor dan aturan imigrasi negara tujuan.
Setelah mengetahui destinasi yang memungkinkan untuk dikunjungi, wisatawan dapat membandingkan biaya penginapan, transportasi, keamanan, serta daya tarik wisata di masing-masing kota.
Porto dan Lisbon memang menawarkan pengalaman perjalanan yang menarik. Namun, bagi wisatawan Indonesia, perjalanan pertama ke luar negeri tidak selalu harus dimulai dari kota yang menempati peringkat teratas dunia.
Destinasi terbaik justru merupakan tempat yang sesuai dengan anggaran, kebutuhan perjalanan, kesiapan dokumen, dan kemudahan akses bagi pemegang paspor Indonesia.
Sumber:idnnow.id