Melalui kegiatan bertajuk Sustainability Communication: Trend and Challenges in Future Industry, mahasiswa diperkenalkan dengan perkembangan komunikasi keberlanjutan serta tantangan penerapannya di dunia profesional.
Materi disampaikan oleh Direktur Komunikasi dan Pengembangan Bisnis Prospect Institute, Karinandini Zahra Ineza. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa keberlanjutan tidak lagi sebatas persoalan lingkungan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi organisasi dan komunikasi korporasi.
Perubahan tersebut membuat perusahaan perlu memperhatikan cara menyampaikan komitmen keberlanjutan kepada publik. Transparansi, penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG), serta konsistensi komunikasi menjadi aspek yang semakin diperhatikan.
Sustainability Report Jadi Instrumen Membangun Kepercayaan
Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam diskusi tersebut adalah pentingnya penyusunan Sustainability Report atau laporan keberlanjutan.
Menurut Ineza, laporan keberlanjutan tidak cukup hanya memuat daftar program dan kegiatan perusahaan. Informasi yang disampaikan juga harus dapat dipahami oleh berbagai kelompok pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat umum hingga investor.
Kemampuan mengemas informasi secara transparan sekaligus menarik menjadi tantangan tersendiri bagi praktisi komunikasi perusahaan.
“Bagaimana materi laporan bersifat transparan namun tetap engaging untuk publik. Di sinilah kemampuan komunikasi kita dibutuhkan,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan praktik komunikasi keberlanjutan yang dilakukan oleh sektor privat di Indonesia sebagai gambaran penerapan strategi tersebut dalam dunia usaha.
Dalam konteks ini, komunikasi keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana organisasi membangun kepercayaan melalui pesan yang konsisten, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta keterlibatan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.
Tuntutan Transparansi Perusahaan Semakin Meningkat
Diskusi di FISIP UNS turut mengangkat perubahan ekspektasi masyarakat terhadap keterbukaan informasi perusahaan.
Meningkatnya perhatian terhadap praktik ESG membuat organisasi perlu memastikan bahwa komitmen keberlanjutan yang disampaikan kepada publik memiliki dasar informasi yang jelas dan kredibel.
Kondisi tersebut menuntut praktisi komunikasi memiliki kemampuan menerjemahkan kebijakan maupun program keberlanjutan menjadi pesan yang mudah dipahami tanpa menghilangkan substansi informasi.
Dengan demikian, komunikasi strategis memiliki peran penting dalam menjembatani komitmen perusahaan dengan pemahaman masyarakat.
Prospect Institute Dorong Kesiapan Mahasiswa Hadapi Industri Masa Depan
Melalui kuliah praktisi tersebut, Prospect Institute berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya terkait peluang dan tantangan komunikasi keberlanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan perkembangan praktik komunikasi korporasi yang semakin berkaitan dengan isu ESG dan transformasi industri.
Keterlibatan Prospect Institute dalam kegiatan akademik merupakan bagian dari komitmen lembaga tersebut untuk berkontribusi terhadap penguatan kapasitas pengetahuan publik.
Fokus kontribusi tersebut mencakup isu ESG, komunikasi strategis, serta transformasi berkelanjutan di Indonesia.
Melalui pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi organisasi.