PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong pelaku usaha pariwisata memberikan komisi dan potongan harga khusus kepada biro perjalanan wisata. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan daya saing destinasi lokal sekaligus menarik lebih banyak rombongan wisatawan ke Banyumas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Junaidi mengatakan, minimnya insentif bagi biro perjalanan menjadi salah satu kendala dalam memasarkan destinasi wisata di wilayah tersebut.
Menurutnya, biro perjalanan mempertimbangkan berbagai aspek ketika menentukan tujuan wisata yang akan ditawarkan kepada pelanggan. Selain daya tarik destinasi, skema komisi dan diskon dari pengelola objek wisata maupun pelaku usaha turut memengaruhi keputusan mereka.
Junaidi menyebut, sejumlah biro perjalanan membandingkan skema kerja sama di Banyumas dengan daerah lain, terutama Yogyakarta, yang dinilai lebih agresif memberikan potongan harga.
“Di Jogja itu pelaku usahanya jorjoran memberikan diskon, sedangkan di sini baru satu dua saja yang mau memberi. Bahkan dari pelaku biro sendiri ada yang menyampaikan kalau Banyumas itu terkesan pelit,” katanya.
Insentif Jadi Pertimbangan Agen Travel Memilih Destinasi
Junaidi menjelaskan, peluang kerja sama dengan biro perjalanan tidak hanya terbatas pada pengelola objek wisata. Hotel, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah makan, hingga pusat oleh-oleh juga dapat memberikan penawaran khusus untuk rombongan wisatawan.
Menurut dia, biro perjalanan memperoleh pendapatan bukan hanya dari penjualan paket wisata, tetapi juga melalui komisi dan kemampuan mengelola margin biaya perjalanan. Karena itu, skema kerja sama yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak dinilai dapat meningkatkan minat agen travel membawa rombongan ke Banyumas.
“Jujur saja, rezeki biro wisata itu selain dari fee, ya dari kemampuan mereka igah-iguh (keluwesan mengelola margin) dalam mengatur perjalanan. Kalau mereka tidak dapat apa-apa, ya tidak senang membawa rombongannya ke Banyumas,” kata dia yang juga Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas.
Ia menilai biro perjalanan memiliki posisi strategis dalam mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Kehadiran rombongan pelancong berpotensi meningkatkan transaksi di berbagai sektor, mulai dari tiket objek wisata, penginapan, kuliner, hingga pembelian oleh-oleh khas daerah.
Atas dasar itu, Pemkab Banyumas mengimbau pelaku usaha pariwisata agar lebih fleksibel dalam menawarkan komisi maupun diskon. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menguntungkan biro perjalanan, tetapi juga memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.
Diskon Mulai Diterapkan Pelaku Usaha Lokal
Junaidi mencontohkan salah satu gerai oleh-oleh khas Banyumas di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, yang mulai memberikan diskon khusus bagi rombongan biro perjalanan wisata.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat diikuti pelaku usaha lain agar Banyumas memiliki lebih banyak pilihan penawaran bagi wisatawan yang datang secara berkelompok.
” Sekaligus kami mengimbau pelaku usaha, ojo (jangan) pelit-pelit memberikan fee kepada biro perjalanan, supaya mereka berbondong-bondong membawa rombongan wisatawan ke Banyumas,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap promosi wisata tidak hanya bergantung pada kegiatan pemasaran pemerintah. Keterlibatan pengelola destinasi, hotel, usaha kuliner, pusat oleh-oleh, dan biro perjalanan dinilai penting untuk membangun jaringan pemasaran yang lebih luas.
Tiket Baturraden dan Menara Teratai Didiskon 30 Persen
Selain mendorong insentif dari pelaku usaha, Pemkab Banyumas juga menyiapkan kebijakan potongan harga untuk meningkatkan minat kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan.
Dalam kegiatan Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Selasa (20/10), Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan pemerintah daerah memberikan diskon tarif masuk sebesar 30 persen di Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai mulai 1 November 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk berkunjung sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata.
“Saya berharap program ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung. Saya juga mengimbau para pelaku usaha pariwisata untuk mempertimbangkan penawaran khusus sesuai dengan kemampuan dan karakter usaha masing-masing,” katanya.
Junaidi berharap kombinasi promosi destinasi, diskon tiket, serta pemberian komisi kepada biro perjalanan dapat memperkuat daya saing pariwisata Banyumas. Kolaborasi antarpelaku usaha diharapkan mampu memperluas pemasaran paket perjalanan dan meningkatkan jumlah rombongan wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Sumber: antaranews.com