TEMANGGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprioritaskan pemulihan lingkungan dan fasilitas dasar masyarakat setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing berhasil dipadamkan. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari perbaikan jaringan pipa air hingga reboisasi di wilayah terdampak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kebakaran yang melanda kawasan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung telah padam. Meski demikian, pemerintah masih perlu melakukan evaluasi untuk memastikan dampak kerusakan dapat ditangani secara menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi Basecamp Bimawari di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Minggu.
Menurutnya, padamnya api belum menandai berakhirnya penanganan bencana. Pemerintah masih harus mendata kerusakan, memulihkan lingkungan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan terdampak kembali terpenuhi.
Perbaikan Pipa Air dan Reboisasi Jadi Fokus Pemulihan
Salah satu langkah yang menjadi perhatian pemerintah adalah memperbaiki jaringan pipa air yang terbakar atau rusak akibat kebakaran. Perbaikan tersebut diperlukan agar distribusi air bagi masyarakat dapat kembali berjalan dan kebutuhan dasar warga tidak terganggu.
Selain pemulihan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan reboisasi untuk mengembalikan kondisi kawasan hutan yang terdampak kebakaran.
Pelaksanaannya akan melibatkan sejumlah instansi, antara lain pihak kehutanan, Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, dan Polri. Pemilihan jenis tanaman juga akan mempertimbangkan karakteristik serta kondisi lingkungan setempat agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Ahmad Luthfi menyebut masyarakat turut menyampaikan usulan mengenai penyediaan tanaman untuk penghijauan kembali kawasan yang terbakar.
“Beberapa masyarakat mengusulkan untuk diberikan tanaman-tanaman yang siap untuk direboisasi kembali,” katanya.
Pendataan Kerusakan Jadi Dasar Evaluasi
Pemerintah juga akan melakukan pendataan secara faktual dan terperinci untuk mengetahui skala dampak kebakaran. Pendataan tersebut mencakup jumlah petak lahan yang terdampak serta titik-titik kerusakan di wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.
Hasil pendataan akan digunakan sebagai bahan evaluasi penanganan pascakebakaran sekaligus menjadi basis data untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang.
Langkah ini diperlukan agar pemulihan dapat dilakukan sesuai kondisi kerusakan di setiap wilayah. Dengan data yang terperinci, pemerintah juga dapat menentukan kebutuhan penanganan lingkungan dan infrastruktur secara lebih terarah.
Di samping itu, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pencegahan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan.
Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
Kawasan Gunung Belum Dibuka Kembali
Pemerintah masih memberlakukan penutupan sementara terhadap sejumlah kawasan gunung hingga evaluasi dan proses pemulihan dinyatakan selesai. Pembukaan kembali tidak hanya mempertimbangkan kondisi api, tetapi juga hasil pendataan kerusakan dan kesiapan fasilitas dasar masyarakat.
Perbaikan jaringan pipa air menjadi salah satu persyaratan yang perlu diselesaikan sebelum kawasan kembali dibuka. Pemerintah juga ingin memastikan langkah pencegahan telah disiapkan agar risiko kebakaran berulang dapat ditekan.
Ahmad Luthfi menegaskan, pembukaan kawasan harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesiapan wilayah terdampak.
“Jangan sampai nanti dibuka, kemudian terjadi kebakaran lagi. Jadi, kita lakukan evaluasi dulu sampai mempunyai basis data, pendataan kerusakan, kemudian pipanisasi selesai, dan layanan dasar terpenuhi, baru kita buka kembali,” katanya.
Dengan demikian, pemulihan Gunung Sumbing tidak hanya berfokus pada pengembalian kondisi hutan, tetapi juga mencakup pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pemerintah menempatkan evaluasi serta kelengkapan data kerusakan sebagai landasan sebelum memutuskan pembukaan kembali kawasan yang masih ditutup sementara.
Sumber: antaranews.com