Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, penunjukan Demak sebagai tuan rumah empat cabang olahraga (cabor) menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, para peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah turut membutuhkan fasilitas akomodasi serta konsumsi selama mengikuti pertandingan.
“Dengan berdatangannya peserta, ofisial dan pelatih dari berbagai daerah, mereka juga bisa mencoba kekhasan Kabupaten Demak. Selain itu, penginapan-penginapan juga mengalami penambahan pendapatan yang cukup signifikan,” kata Eisti’anah seusai pembukaan cabang olahraga gulat di Wisma Halim Demak, Rabu.
Peningkatan jumlah kunjungan tersebut dinilai membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang makanan dan produk kuliner khas Demak, untuk memperluas penjualan.
Empat Cabang Olahraga Jadi Peluang Ekonomi Daerah
Kabupaten Demak dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan empat cabang olahraga Porprov Jateng 2026, yakni sepak takraw, gulat, drum band, dan bulu tangkis.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah memberikan peluang bagi sektor usaha lokal untuk melayani kebutuhan selama kompetisi berlangsung.
Eisti’anah menilai penyelenggaraan ajang olahraga tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperlihatkan kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada tamu yang datang.
“Ini juga menjadi penyemangat bagi kami. Yang terpenting, kami bisa memberikan yang terbaik untuk para tamu yang datang ke Kabupaten Demak,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap manfaat Porprov tidak hanya dirasakan oleh atlet dan insan olahraga, tetapi juga masyarakat yang bergerak di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa penginapan.
Pemkab Siapkan Penghargaan untuk Atlet Berprestasi
Di tengah peluang ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan Porprov, Pemkab Demak juga menaruh perhatian terhadap pencapaian atlet daerah.
Eisti’anah berharap atlet Demak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan meraih prestasi dalam kompetisi tingkat Jawa Tengah.
Pemerintah kabupaten telah menyiapkan penghargaan bagi atlet yang berhasil memperoleh prestasi.
“Untuk penghargaan atau reward sudah kami siapkan dari pemerintah kabupaten. Sekarang kami menunggu prestasi dari atlet-atlet,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Eisti’anah menjelaskan bahwa anggaran pembinaan olahraga dialokasikan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora). Sementara dukungan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan kegiatan serta kemampuan keuangan daerah.
Adapun anggaran melalui Dinpora untuk penyelenggaraan Porprov 2026 mencapai sekitar Rp600 juta hingga mendekati Rp700 juta.
Pertandingan Gulat Diikuti 147 Atlet dari 20 Daerah
Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Kabupaten Demak adalah gulat. Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Gulat Porprov Jateng 2026, Sukarjo, menyebut kompetisi tersebut diikuti 147 atlet dan 37 pelatih dari 20 kabupaten/kota yang telah lolos babak pra-Porprov.
Pertandingan mempertandingkan tiga kategori gaya, yakni gaya grego, gaya bebas putra, dan gaya bebas putri.
Secara keseluruhan, terdapat 18 kelas yang memperebutkan 18 medali emas.
Untuk menunjang kebutuhan peserta selama kompetisi, panitia telah menyediakan tujuh hotel sebagai tempat menginap atlet dan ofisial.
“Kami menyediakan tujuh hotel untuk penginapan para atlet gulat serta ofisial,” ujarnya.
Sukarjo menambahkan, kehadiran rombongan atlet dan pendamping turut memberikan keuntungan bagi pelaku usaha lokal. Kebutuhan tempat tinggal sementara dan konsumsi selama pertandingan ikut meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Pertandingan cabang olahraga gulat Porprov Jateng 2026 di Kabupaten Demak berlangsung pada 27-30 Oktober 2026.
Melalui penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga tersebut, Demak tidak hanya mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi, tetapi juga memperoleh peluang untuk menggerakkan sektor jasa dan UMKM sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.