kuliner

Berawal dari Modal Rp200 Ribu, Cucur Aulia Jadi Tenant Terfavorit NjajanFest 3X 2026

Urban Jateng Diperbarui 15:10 4 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Perjalanan Aulia Hilwa Sabrina mengembangkan usaha kue cucur di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berbuah hasil. Usaha yang dirintis sejak 2013 dengan modal awal Rp200 ribu itu berhasil meraih predikat tenant terfavorit dalam ajang NjajanFest 3X 2026, festival kuliner yang diikuti ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pencapaian tersebut menjadi salah satu perkembangan usaha Cucur Aulia setelah bergabung dengan Rumah BUMN Rembang. Sejak mengikuti NjajanFest pada 2025, produk yang ditawarkan Aulia semakin dikenal masyarakat dan penjualannya mengalami peningkatan.

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa jajanan tradisional memiliki peluang untuk terus berkembang ketika didukung promosi dan akses pasar yang lebih luas.

Merintis Usaha di Tengah Kesibukan Bekerja

Aulia memulai perjalanan bisnis Cucur Aulia pada 2013. Saat itu, ia masih bekerja sebagai pegawai kontrak. Untuk tetap menjalankan usahanya, Aulia harus membagi waktu antara pekerjaan dan proses produksi.

Setiap pukul 02.00 WIB, ia mulai membuat kue cucur. Setelah produksi selesai, produk tersebut didistribusikan ke toko kue dan pasar tradisional pada pagi hari.

Usaha yang dimulai dengan modal Rp200 ribu itu kemudian berkembang dengan menghadirkan beberapa pilihan produk. Saat ini, Cucur Aulia tidak hanya menawarkan kue cucur tradisional, tetapi juga sari kedelai dengan merek Soya Aulia dan tape ketan hijau.

Dalam menjalankan bisnisnya, Aulia juga memperhatikan kualitas bahan baku. Usahanya telah memiliki sertifikat halal MUI, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk merek dagang.

Konsumen dapat membeli produk Cucur Aulia secara langsung di tokonya yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi, Rembang, atau melalui layanan pemesanan online.

Dukungan Rumah BUMN Bantu Perluas Pemasaran

Perkembangan Cucur Aulia tidak terlepas dari dukungan Rumah BUMN Rembang yang mendorong pertumbuhan UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan.

Melalui fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar, pelaku usaha lokal mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen. Bagi Aulia, keikutsertaan dalam NjajanFest menjadi salah satu momentum penting untuk meningkatkan pengenalan produk sekaligus penjualan.

Predikat tenant terfavorit yang diraih pada NjajanFest 3X 2026 menjadi pencapaian tersendiri bagi usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun tersebut.

“Alhamdulillah, saya senang dan bangga menjadi bagian dari Rumah BUMN Rembang. Sejak bergabung, produk kami semakin dikenal dan penjualan juga meningkat. Bisa menjadi tenant terfavorit di antara ratusan UMKM tentu menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berkembang. Terima kasih kepada Rumah BUMN Rembang, NjajanFest, dan seluruh pelanggan yang telah mendukung Cucur Aulia,” ungkap Aulia.

NjajanFest Catat Lebih dari 50 Ribu Pengunjung

Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik Taufik Susanto mengatakan, perusahaan terus mendukung pengembangan UMKM melalui Rumah BUMN Rembang. Program tersebut dikelola secara co-partnership bersama induk perusahaan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Menurut Taufik, keberhasilan Cucur Aulia memperlihatkan potensi usaha lokal untuk tumbuh ketika memperoleh dukungan promosi yang sesuai. Ia juga menilai NjajanFest berperan sebagai ruang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Keberhasilan Cucur Aulia menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dengan dukungan promosi yang tepat. Maka, ajang NjajanFest menjadi salah satu wadah strategis untuk memperluas pasar sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Festival kuliner terbesar di Rembang ini berhasil menarik lebih dari 50.000 pengunjung dengan total perputaran uang dan omzet pelaku UMKM mencapai Rp 2,56 miliar,” terangTaufik.

Berdasarkan capaian tersebut, Taufik berharap semakin banyak pelaku UMKM di Rembang yang mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pemasaran produknya.

“Melalui Rumah BUMN Rembang, kami ingin semakin banyak UMKM mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan membawa produk unggulan Rembang semakin dikenal masyarakat luas,” pungkas Taufik.

Kue Cucur dan Harapan Rezeki yang Terus Mengalir

Di balik pencapaian bisnisnya, kue cucur yang menjadi produk utama Aulia juga memiliki makna filosofis dalam tradisi masyarakat. Jajanan tersebut kerap dimaknai sebagai simbol harapan agar rezeki terus mengucur dan berlimpah.

Makna itu sejalan dengan perjalanan Cucur Aulia, yang tumbuh dari usaha bermodal terbatas hingga mampu mendapatkan perhatian dalam festival kuliner berskala daerah.

Dengan dukungan promosi, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar, Cucur Aulia diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memperkenalkan jajanan tradisional Rembang kepada masyarakat yang lebih luas.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar