Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pemerintah daerah berupaya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kalangan pemuda untuk terlibat dalam berbagai agenda organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kita berusaha melibatkan pemuda dalam banyak hal, dalam semua urusan dan agenda kegiatan daerah,” kata Agustina di Semarang, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang berlangsung di halaman Balai Kota Semarang.
Menurut Agustina, generasi muda memiliki potensi untuk memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari literasi, seni, olahraga hingga penyampaian gagasan kritis terhadap kebijakan maupun persoalan perkotaan.
Ia memandang sikap kritis anak muda sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai pandangan yang disampaikan secara terbuka dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkaya perspektif pemerintah dalam menentukan arah pembangunan.
“Pemuda Semarang sangat kritis dan suka mengomentari segala hal, baik yang menarik maupun tidak menarik, secara langsung. Hal tersebut menjadi masukan yang luar biasa bagi kita dalam membangun pemahaman bersama,” katanya.
Duta Baca hingga Atlet Jadi Contoh Kontribusi Generasi Muda
Agustina juga memberikan perhatian terhadap anak muda yang memilih berkontribusi melalui kegiatan sosial tanpa mengharapkan imbalan.
Salah satu contoh yang disorot adalah para Duta Baca. Mereka dinilai memiliki peran dalam meningkatkan minat baca masyarakat dengan mendatangi berbagai lokasi untuk memastikan layanan perpustakaan keliling berjalan dengan baik.
Kehadiran para relawan tersebut dinilai membantu memperluas akses literasi, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan fasilitas membaca.
Selain itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga menjadi momentum pemerintah memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi.
Penghargaan diberikan kepada 34 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas. Apresiasi juga diberikan kepada dua petugas pemadam kebakaran yang berani menangani kebakaran di TPA Jatibarang.
Pemerintah turut memberikan penghargaan kepada atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 serta para pemenang lomba dalang cilik dan remaja.
Perbedaan Generasi Perlu Diselesaikan Lewat Dialog
Di sisi lain, Agustina menilai pembangunan daerah membutuhkan komunikasi yang baik antara generasi muda dan kelompok yang lebih senior.
Menurutnya, pengalaman para senior dapat menjadi bekal penting bagi generasi penerus. Sementara itu, semangat, kreativitas, dan sudut pandang baru dari kalangan pemuda dapat memberikan dorongan bagi perkembangan daerah.
Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan antargenerasi bukan sesuatu yang harus dihindari. Hal terpenting adalah menyediakan ruang komunikasi yang memungkinkan setiap pihak saling mendengarkan dan memahami.
Agustina meyakini perbedaan pendapat dapat menemukan penyelesaian apabila kedua pihak bersedia berdiskusi secara terbuka dan setara.
“Setelah berdiskusi dan diajak berbincang, akhirnya selalu ditemukan jalan tengah, kadang yang tua mengalah, kadang yang muda mengalah,” katanya.
Melalui keterlibatan lintas generasi tersebut, Pemkot Semarang berharap pembangunan kota dapat berjalan dengan dukungan berbagai kelompok masyarakat, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pemuda untuk menyampaikan ide dan mengambil bagian dalam kemajuan daerah.