agenda kota

Pemkot Solo Siapkan Program Santri Next Level, Buka Peluang Beasiswa hingga Atlet Profesional

Urban Jateng Diperbarui 15:11 5 menit membaca
Foto: solopos.espos.id
Ukuran Teks:

Pemerintah Kota Solo menyiapkan program Santri Next Level untuk membantu para santri mengenali potensi diri sekaligus mengembangkan minat dan bakat. Program ini dirancang agar santri memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih cita-cita, mulai dari melanjutkan pendidikan hingga menekuni bidang olahraga profesional.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan rencana tersebut saat menjadi pemateri dalam acara Sarasehan Santri Sareng Mas Wali di Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo Solo, Minggu (25/10/2026) malam. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Respati menyebut santri Ponpes Budi Utomo sebagai Santri Next Level. Menurutnya, para santri perlu mendapatkan dukungan untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.

“Dan kenapa Santri Next Level ini kami sampaikan di sini. Ini kami bisa menyampaikan hari ini banyak sekali tantangan, banyak sekali persoalan. Saya akan bikin Santri Next Level untuk mencari potensi dan bakat santri,” jelas dia.

Pemetaan Bakat hingga Dukungan Beasiswa

Respati menjelaskan, program Santri Next Level akan mencakup gelar potensi dan psikotes tambahan yang dilaksanakan setiap tahun. Langkah tersebut ditujukan untuk mengetahui minat serta bakat santri sehingga pengembangannya dapat dilakukan secara lebih terarah.

Pemkot Solo juga berencana melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk mendukung kemampuan santri. Salah satunya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), yang diharapkan dapat membantu santri dengan minat di bidang olahraga untuk mengembangkan karier sebagai atlet profesional.

Sementara itu, santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi akan memperoleh dukungan berupa fasilitasi akses beasiswa sesuai kebutuhan dan minat mereka.

“Lalu yang ingin melanjutkan pendidikan, pengen dapat beasiswa dari LPDP dan lain-lain, kami akan fasilitasi untuk mendapatkan beasiswa yang sesuai,” papar dia.

Peluang pendidikan di luar negeri juga menjadi salah satu hal yang disampaikan Respati. Dia menjelaskan Solo baru saja menjalin kerja sama kota kembar dengan Kota Xi’an, China. Kerja sama tersebut membuka peluang bagi warga Solo untuk memperoleh beasiswa serta bantuan biaya hidup selama menempuh pendidikan di sana.

“Kota Xi’an ini kota salah satu kota di China yang penduduknya separuhnya ada yang muslim. Di sana ada halal food, ada masjid, dan lainnya. Dan yang menarik adalah ada beasiswa yang itu bisa ditawarkan mulai dari sejak SMA. Dapat beasiswa plus dapat living cost atau biaya hidup di sana,” ujar dia.

Santri Dipersiapkan Menghadapi Bonus Demografi

Selain mengembangkan kemampuan individu, Respati mendorong para santri agar tetap optimistis dalam mengejar cita-cita. Dia menilai pengalaman menjalani kehidupan di pondok pesantren, meskipun jauh dari orang tua, dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian dan membanggakan keluarga.

Menurut Respati, santri juga menjadi salah satu kelompok yang perlu dipersiapkan dalam pembangunan daerah untuk menghadapi bonus demografi. Kondisi tersebut terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

Dia mengibaratkan bonus demografi sebagai pedang bermata dua. Jika dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong kemajuan negara. Namun, apabila tidak dimanfaatkan secara optimal, bonus demografi justru berpotensi menjadi tantangan.

Karena itu, pengembangan potensi santri dinilai penting agar mereka memiliki bekal untuk berkontribusi di berbagai bidang ketika memasuki usia produktif.

LDII Solo Siap Beri Masukan Program

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta, H. Muhammad Zain, menyambut positif rencana Pemkot Solo tersebut. Dia menilai santri perlu memiliki daya saing agar mampu menghadapi tantangan bonus demografi.

Menurut Zain, Respati akan mengundang pengurus LDII Solo untuk membahas persiapan program Santri Next Level. Pihaknya menyatakan siap memberikan masukan agar program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Zain menekankan pentingnya pembentukan karakter, akhlak, serta keterampilan hidup bagi para santri. Bekal tersebut diharapkan membuat santri tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

“Yang perlu disiapkan pastinya karakter, akhlak, itu wajib kami siapkan. Kemudian yang kedua, kamu berikan life skill atau kemandirian bagi para santri. Santri ketika lulus dia sudah punya kemandirian-kemandirian, pengalaman-pengalaman yang sudah dirasakan dalam Pondok Pesantren,” ungkap dia.

Dia menambahkan, Ponpes Budi Utomo menerapkan pembelajaran yang lebih banyak mengutamakan praktik dibandingkan teori. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali santri dengan pengalaman untuk menghadapi persoalan nyata di masyarakat.

Ponpes Budi Utomo Miliki Sekitar 2.000 Santri

Pimpinan Ponpes Budi Utomo Surakarta, KH. M. Thoyibun, menjelaskan bahwa pondok pesantren yang dipimpinnya memiliki sekitar 2.000 santri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, antara lain Arab Saudi, Australia, dan Singapura.

Ponpes Budi Utomo juga memberikan materi pendidikan yang diarahkan untuk membentuk santri dengan karakter akhlakul karimah.

Respati turut menyoroti perkembangan Ponpes Budi Utomo yang berlokasi di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Solo. Dia mengaku telah mengenal pondok pesantren tersebut sejak lama.

Salah satu pencapaian terbaru Ponpes Budi Utomo adalah meraih juara I sebagai Pondok Pesantren Ramah Anak se-Kota Solo. Pondok pesantren tersebut juga berkomitmen menerapkan budaya antip perundungan atau anti-bullying serta menjaga kenyamanan pergaulan di lingkungan santri.

Acara Sarasehan Santri Sareng Mas Wali itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Solo Muhammad Bilal, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, Ketua DPD LDII Kota Surakarta H. Muhammad Zain, pimpinan Ponpes Budi Utomo Surakarta KH. M. Thoyibun, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para santri.

Sumber:solopos.espos.id

Tinggalkan komentar