agenda kota

BBWS Bengawan Solo Sebar 72 Alat Berat untuk Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan

Urban Jateng Diperbarui 15:13 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan dengan menyiagakan puluhan alat berat dan berbagai material penanganan banjir. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, di sepanjang wilayah Sungai Bengawan Solo.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025–2026 yang digelar pada Selasa. Kegiatan dipimpin langsung Kepala BBWSBS Dr. Gatut Bayuadji, S.Si., M.T., di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Kabupaten Sukoharjo, serta di wilayah Madiun dan Hilir.

Gatut mengatakan, apel kesiapsiagaan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpihak dalam menghadapi ancaman bencana. Kolaborasi dibutuhkan agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat dapat bekerja secara terpadu.

Menurut dia, potensi banjir tidak hanya mengancam keselamatan jiwa dan aset, tetapi juga dapat berdampak terhadap lahan pertanian. Karena itu, kesiapan menghadapi bencana perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika memasuki musim penghujan.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

BBWSBS juga telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama instansi terkait dan pemerintah daerah. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komitmen bersama dalam penanggulangan banjir sekaligus meningkatkan koordinasi lintas sektor.

“BBWSBS telah melaksanakan FGD bersama instansi terkait dan pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen bersama dalam penanggulangan bencana banjir serta peningkatan koordinasi lintas sektor. Perlu kami tekankan penanggulangan bencana banjir merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Gatut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak karena penanganan banjir tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi. Kerja sama yang terbangun diharapkan mampu mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana secara lebih terkoordinasi.

Selain melindungi masyarakat, kesiapsiagaan banjir dan longsor juga berkaitan dengan keberlanjutan pembangunan infrastruktur sumber daya air. Infrastruktur yang andal berperan menjaga fungsi lahan pertanian agar terhindar dari kerusakan dan tetap menunjang produktivitas secara berkelanjutan.

Puluhan Alat Berat Disiagakan di Tiga Wilayah

Untuk mendukung penanganan di lapangan, BBWS Bengawan Solo telah menyebarkan 72 unit alat berat ke sejumlah wilayah sungai. Sebanyak 36 unit ditempatkan di wilayah hulu, 13 unit di wilayah Madiun, dan 23 unit lainnya di wilayah hilir.

Penyebaran alat berat tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan terjadinya banjir selama musim penghujan. Kesiapan peralatan di berbagai wilayah diharapkan dapat mendukung kebutuhan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Selain alat berat, BBWSBS juga menyiapkan beragam material untuk penanganan banjir. Persediaan tersebut mencakup 1.718 bronjong kawat, 30 bronjong pasir, 886 lembar geobag standar, 10.300 lembar geobag mini, 9.694 lembar sandbag, serta 470 geobox.

Ketersediaan peralatan dan material tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi BBWSBS dalam menghadapi musim penghujan 2025–2026. Melalui penguatan koordinasi, kesiapan sarana, dan keterlibatan berbagai pihak, upaya penanggulangan banjir di wilayah Sungai Bengawan Solo diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Sumber: Antaranews.com

Tinggalkan komentar