agenda kota

Octofest 2026 Digelar di Jepara, 117 Showroom Mebel Disiapkan untuk Perluas Pasar

Urban Jateng Diterbitkan 15:24 4 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:
JEPARA – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berupaya memperkuat kembali reputasinya sebagai salah satu pusat industri mebel dan seni ukir unggulan Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Jepara adalah menggelar Octofest 2026 atau Pasar Mebel Jepara di kawasan Sentra Mebel Ukir Mulyoharjo.

Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 5 November 2026 tersebut dirancang sebagai ajang promosi sekaligus mempertemukan perajin dengan calon pembeli, pengusaha, kolektor, hingga desainer interior.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, Octofest mengusung konsep Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition. Melalui konsep tersebut, pemerintah ingin membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku industri mebel untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jaringan bisnis.

“Pasar mebel yang digelar mulai 31 Oktober hingga 5 November 2026 itu, mengusung konsep Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition. Kegiatan ini dirancang menjadi ruang promosi, transaksi, kolaborasi, sekaligus mempertemukan pelaku industri mebel dengan buyer, pengusaha, kolektor, desainer interior hingga masyarakat umum,” kata Witiarso di Jepara, Jumat, didampingi Kepala Disperindag Jepara Anjar Jambore Widodo.

Octofest 2026 akan menghadirkan lebih dari 117 live showroom dari berbagai daerah. Selain itu, tersedia puluhan gerai UMKM serta area pameran yang menampilkan produk mebel dan berbagai karya woodworking dari pelaku industri kreatif.

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengembalikan daya saing industri mebel Jepara, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Jepara memiliki kekuatan besar dalam industri mebel dan seni ukir. Potensi ini harus terus kita dorong agar semakin berkembang, tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga tingkat internasional,” ujarnya pula.

Perajin Jepara Didorong Beradaptasi dengan Kebutuhan Pasar

Witiarso menilai, mempertahankan kualitas produk saja belum cukup untuk memastikan industri mebel daerah terus berkembang. Para pelaku usaha juga perlu mengikuti perkembangan pasar melalui inovasi desain, penguatan promosi, serta kerja sama antarpihak.

Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, perajin, dan UMKM dinilai penting agar potensi industri mebel dapat berkembang secara lebih terarah.

Menurutnya, Octofest dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem industri tersebut. Dengan adanya pertemuan langsung antara produsen dan calon pembeli, perajin diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan hasil produksinya dan menjalin hubungan bisnis.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para perajin dan pelaku usaha. Kita juga ingin memastikan bahwa industri mebel Jepara terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya pula.

Octofest Hadirkan Business Matching hingga Lomba Seni Ukir

Tidak hanya berorientasi pada kegiatan jual beli, Octofest 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda untuk memperkuat kemampuan dan jaringan pelaku industri mebel.

Rangkaian kegiatan mencakup pembukaan pameran, demonstrasi keterampilan perajin secara langsung, business matching, presentasi produk UMKM, workshop desain furnitur, diskusi ekspor-impor, serta talkshow mengenai regenerasi perajin.

Panitia juga menyiapkan lomba seni ukir, pertunjukan budaya, festival tukang ukir, pemberian apresiasi kepada peserta, hingga hiburan musik.

Beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan aspek perdagangan, kreativitas, dan pelestarian keterampilan ukir yang selama ini menjadi identitas Jepara.

Sentra Mebel Mulyoharjo Disiapkan Jadi Kawasan Pameran Terbuka

Pemkab Jepara juga berupaya mengoptimalkan kawasan Sentra Mebel Ukir Mulyoharjo sebagai lokasi kegiatan yang dapat menarik kunjungan masyarakat.

Sepanjang kawasan tersebut akan dipasang berbagai media promosi dan petunjuk arah untuk memudahkan pengunjung menemukan showroom peserta.

Selain produk mebel, penyelenggara menyediakan area khusus bagi UMKM pendukung dengan panjang sekitar 50 meter. Area tersebut akan diisi berbagai produk kuliner, suvenir, aksesori berbahan kayu, serta kerajinan khas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Anjar Jambore Widodo berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang tidak berhenti setelah pameran selesai.

Menurutnya, keberhasilan Octofest tidak hanya diukur dari transaksi perdagangan selama penyelenggaraan, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kunjungan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan penguatan identitas kawasan Sentra Mebel Mulyoharjo.

“Melalui Octofest 2026, Jepara ingin kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri mebel dan kerajinan kayu unggulan Indonesia dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,” ujarnya lagi.

Melalui penyelenggaraan Octofest 2026, Pemkab Jepara berharap industri mebel dan ukir tidak hanya bertahan sebagai warisan keterampilan daerah, tetapi juga terus berkembang menjadi sektor ekonomi yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar