Film drama komedi supranatural Piye To Kih? bersiap menjangkau penonton bioskop di seluruh Indonesia pada 19 November 2026. Sebelum penayangan serentak, film produksi Miracle Pictures dan Woko Channels tersebut menyambangi Solo dalam rangkaian promosi di 17 kota.
Kegiatan meet and greet dan pemutaran khusus digelar di XXI Solo Paragon Mall pada Minggu. Solo menjadi kota keempat yang disinggahi dalam tur promosi film tersebut, sekaligus kesempatan bagi penonton untuk mengenal lebih dekat karya terbaru yang menggabungkan humor, drama, dan unsur supranatural.
Film berdurasi 108 menit ini disutradarai sekaligus diproduseri Ito Mavin. Sementara itu, naskahnya ditulis oleh Endik Koeswoyo bersama Ito Mavin.
Kisah Mukidi dan Perempuan Misterius dari Alam Berbeda
Piye To Kih? berpusat pada perjalanan Mukidi, tokoh yang diperankan Heri Chandra. Kehidupan Mukidi berubah setelah rencana pernikahannya berantakan, membuatnya harus menghadapi kenyataan pahit.
Di tengah situasi tersebut, Mukidi bertemu Sukma, perempuan misterius dari alam berbeda yang diperankan Dara Sarasvati. Pertemuan keduanya berkembang menjadi hubungan yang menghadirkan berbagai tantangan, dibalut humor dan situasi tak terduga.
Di balik unsur komedinya, film ini juga membawa pesan mengenai keluarga, persahabatan, kejujuran, serta keberanian untuk memperbaiki diri. Kisah tersebut diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk merenungkan arti keikhlasan dan penerimaan diri.
Ito Mavin Hadapi Tantangan Menggarap Drama
Bagi Ito Mavin, Piye To Kih? menjadi pengalaman tersendiri karena merupakan film drama pertama yang ia arahkan. Ia mengaku sempat merasa tegang ketika harus menangani adegan-adegan emosional yang membutuhkan penghayatan mendalam.
Pemilihan pemeran utama juga dilakukan tanpa proses casting panjang. Dara Sarasvati termasuk pemain yang sejak awal dinilai sesuai untuk membawakan karakter Sukma.
Dalam memerankan sosok makhluk astral, Dara mengatakan tantangan terbesarnya adalah mengatur gestur tubuh dan mengendalikan ekspresi emosional agar karakternya tidak terlihat sama seperti manusia biasa.
Sementara itu, Gabriella Desta bergabung dalam jajaran pemain setelah menerima tawaran langsung dari penulis skenario. Para pemain berharap film ini dapat dinikmati berbagai kelompok usia, khususnya penonton berusia 13 tahun ke atas sesuai klasifikasi yang disebutkan dalam sumber.
Proses Syuting Diwarnai Pengalaman Tak Biasa
Proses produksi Piye To Kih? berlangsung di sejumlah wilayah, yakni Jabodetabek dan Jawa Barat, termasuk Jakarta. Selama syuting, tim produksi juga mengalami berbagai cerita menarik yang mewarnai proses pembuatan film.
Salah satu pengalaman yang disebutkan adalah ketika kru melihat bayangan siluet menyerupai kuntilanak di meja makan lokasi syuting. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita di balik layar produksi film yang mengangkat unsur supranatural.
Meski demikian, film ini tidak hanya mengandalkan elemen misteri. Perpaduan drama dan komedi menjadi bagian utama dalam membangun cerita tentang hubungan antartokoh serta persoalan yang mereka hadapi.
Roadshow Berlanjut hingga Penayangan Nasional
Solo menjadi salah satu titik dalam perjalanan promosi Piye To Kih? sebelum film tersebut memasuki jadwal pemutaran nasional. Rangkaian roadshow direncanakan menjangkau total 17 kota.
Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam sumber, film ini akan menggelar Home Premiere di Kediri pada 6 November 2026, kemudian Gala Premiere di Jakarta pada 12 November 2026.
Setelah rangkaian promosi tersebut selesai, Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. Film ini menawarkan perpaduan komedi, drama emosional, dan kisah supranatural dengan pesan tentang keluarga, keikhlasan, serta keberanian menjadi diri sendiri.
Sumber:Antaranews.com