gaya hidup

Endurance Challenge 2026 di Kudus Uji Ketahanan Fisik dan Konsentrasi Pelajar

Urban Jateng Diperbarui 15:10 3 menit membaca
Foto: Antaranews
Ukuran Teks:

Sebanyak 82 pelajar tingkat SLTP dan SLTA di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti Endurance Challenge 2026 yang digelar Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus, Minggu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong generasi muda agar lebih aktif berolahraga sekaligus membangun karakter positif.

Perlombaan tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 TNI. Berlangsung di Markas Kodim 0722/Kudus, ajang ini dirancang dengan memadukan berbagai tantangan fisik yang menuntut daya tahan, konsentrasi, dan kesabaran peserta.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengatakan, para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dibagi ke dalam 41 tim. Setiap tim terdiri atas dua orang, dengan rincian 25 tim dari tingkat SLTA dan 16 tim dari tingkat SLTP.

“Serta ada tambahan dari para jurnalis,” kata

Empat Tantangan dalam Satu Perlombaan

Endurance Challenge 2026 mengusung konsep triathlon yang menggabungkan beberapa jenis aktivitas fisik dalam satu rangkaian perlombaan. Peserta harus menuntaskan lari sejauh 3 kilometer, bersepeda sejauh 5 kilometer, serta berlari sambil menarik ban sepanjang 300 meter.

Setelah melewati rangkaian tersebut, peserta juga ditantang menembak sasaran menggunakan pistol air soft gun. Kombinasi aktivitas itu tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga fokus ketika menghadapi tantangan yang berbeda.

Yuusufa menjelaskan, setiap tahapan perlombaan memiliki tantangan tersendiri yang mengharuskan peserta menjaga kondisi tubuh sekaligus mengendalikan konsentrasi.

“Ini memang sesuatu yang menantang. Ada lari, membawa beban, bersepeda, kemudian menembak. Jadi tidak hanya melatih fisik, tetapi juga konsentrasi dan kesabaran,” ujarnya.

Kodim Dorong Pelajar Membiasakan Hidup Sehat

Menurut Yuusufa, penyelenggaraan lomba olahraga tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat dan mampu menghadapi beragam tantangan.

Ia menilai, peran Kodim tidak terbatas pada urusan militer dan peperangan. Kodim juga memiliki perhatian terhadap kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi krisis yang bersifat nonmiliter.

“Kita ingin menyelenggarakan perlombaan dan pertandingan dalam bidang olahraga. Adik-adik kalau ada pertandingan pasti berlatih, fisiknya berlatih. Kalau fisiknya kuat, kemungkinan juga sehat,” katanya.

Selain menjaga kebugaran, aktivitas olahraga dinilai dapat membantu membentuk karakter pelajar. Disiplin dalam berlatih, kesabaran saat menghadapi kesulitan, serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi sejumlah nilai yang ingin ditanamkan melalui perlombaan tersebut.

Yuusufa juga menegaskan bahwa pengenalan olahraga menembak dalam kegiatan ini tidak semata-mata ditujukan untuk mencetak calon prajurit TNI atau anggota kepolisian. Olahraga tersebut dapat dimanfaatkan untuk melatih fokus, kesabaran, dan pengendalian emosi.

Ia berharap Endurance Challenge 2026 dapat meningkatkan minat pelajar dan masyarakat Kudus terhadap olahraga, sekaligus mendorong terbentuknya kondisi fisik dan mental yang sehat.

Perbakin Kudus Buka Kesempatan Latihan bagi Pelajar

Dalam kegiatan tersebut, Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kudus turut memperkenalkan sejumlah cabang olahraga menembak yang berkembang di daerah setempat. Sosialisasi itu mencakup pengenalan berbagai jenis senjata, mulai dari air soft gun, air gun, senapan berburu, hingga senapan angin.

Ketua Perbakin Kudus Budi Tjahyono mengatakan, pihaknya juga menyelenggarakan latihan rutin di Lapangan Barracuda Pura Group, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

“Silakan pelajar yang berminat mengikuti latihan bisa bergabung untuk berlatih setiap hari Minggu,” ujarnya.

Budi menjelaskan, pembinaan atlet menembak di Kudus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan olahraga. Ajang yang menjadi sasaran pembinaan tersebut antara lain Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Melalui kegiatan perlombaan dan pembinaan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan olahraga sesuai minat dan potensi masing-masing.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar