Sebanyak 427 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar (SD), baik negeri maupun swasta, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengikuti bimbingan teknis (bimtek) digitalisasi pembelajaran. Kegiatan ini juga membahas penerapan Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 020 Tahun 2026 sebagai acuan dalam proses belajar mengajar.
Bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memahami ketentuan pembelajaran terbaru. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu mengembangkan metode pengajaran agama yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital.
Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Temanggung, Afif Fatkhurohman, mengatakan perkembangan teknologi informasi mengharuskan guru terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, penggunaan teknologi kini menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas dan efektivitas pembelajaran.
“Guru Pendidikan Agama Islam SD dituntut untuk tidak boleh tertinggal. Kita harus terus beradaptasi dan sigap menguasai teknologi digital modern,” kata Afif.
Guru Didorong Memanfaatkan AI untuk Menyusun Perangkat Ajar
Materi bimtek mencakup sejumlah keterampilan digital yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Peserta diperkenalkan dengan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu penyusunan perangkat ajar, serta pengembangan media pembelajaran interaktif.
Penguasaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran PAI yang lebih menarik. Dengan dukungan media digital, penyampaian materi agama dapat dikembangkan agar lebih relevan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.
Selain keterampilan teknologi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai CP Nomor 020 Tahun 2026. Materi ini ditujukan untuk menyamakan persepsi guru dalam menerapkan ketentuan pembelajaran serta menyusun strategi pengajaran Pendidikan Agama Islam.
Bimtek Ditargetkan Menghasilkan Produk yang Bisa Digunakan di Sekolah
Afif menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian teori. Para peserta diharapkan mampu menghasilkan perangkat ajar dan media digital yang dapat langsung digunakan di sekolah masing-masing.
“Memastikan setiap peserta tidak hanya pulang membawa teori, tetapi menghasilkan produk perangkat ajar dan media digital yang langsung bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” kata Afif.
Dengan pendekatan tersebut, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar setelah peserta kembali ke sekolah. Guru tidak hanya memahami penggunaan teknologi, tetapi juga memiliki bahan pembelajaran yang dapat mendukung proses pengajaran.
Pembiayaan Berasal dari Kontribusi Peserta
Penyelenggaraan bimtek ini dibiayai melalui kontribusi swadaya peserta yang bersumber dari alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masing-masing sekolah. Afif menyebut pembiayaan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong guru PAI di Temanggung menjadi lebih adaptif, inovatif, dan profesional. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan berjalan seiring dengan penguatan karakter, sehingga pembelajaran agama tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.
Sumber:Antaranews.com