gaya hidup

Terlalu Lama Menatap Komputer Bisa Picu Gangguan Mata, Ini Cara Mencegahnya

Urban Jateng Diperbarui 15:12 3 menit membaca
Foto: rri.co.id
Ukuran Teks:

Surakarta – Menatap layar komputer selama berjam-jam menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari bagi banyak pekerja. Namun, kebiasaan bekerja tanpa memberikan waktu istirahat bagi mata dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari mata kering hingga pandangan kabur yang berpotensi mengganggu produktivitas.

Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah Computer Vision Syndrome (CVS), yakni sekumpulan gejala pada mata dan penglihatan yang berkaitan dengan penggunaan komputer maupun perangkat digital dalam waktu lama.

Kementerian Kesehatan RI melalui artikel berjudul “Mata Sehat, Produktivitas Terjaga” yang diterbitkan pada 12 Oktober 2023 menekankan pentingnya menjaga kesehatan mata, terutama bagi pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar.

Dalam artikel tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Eva Susanti, menyoroti pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan agar pekerja dapat mempertahankan produktivitasnya.

Keluhan akibat penggunaan komputer berkepanjangan dapat berupa mata terasa tegang, kering, perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala setelah menyelesaikan pekerjaan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan agar tidak terus mengganggu kenyamanan saat bekerja.

Terapkan Aturan 20-20-20 Saat Bekerja

Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi ketegangan mata adalah menerapkan aturan 20-20-20. Metode ini menganjurkan pekerja untuk mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit, kemudian melihat objek yang berjarak sekitar enam meter selama 20 detik.

Kebiasaan tersebut memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat sejenak dari aktivitas melihat objek dalam jarak dekat secara terus-menerus.

Selain mengatur waktu istirahat, posisi dan jarak layar juga perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan RI menyarankan jarak antara mata dan layar komputer sekitar 40 hingga 75 sentimeter.

Pencahayaan ruangan sebaiknya diatur agar memadai untuk mendukung aktivitas kerja. Posisi layar yang sesuai dan kondisi pencahayaan yang nyaman dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan ketika menggunakan komputer.

Pekerja juga dianjurkan untuk berkedip secara berkala. Saat berkonsentrasi menatap layar, seseorang dapat kurang memperhatikan frekuensi berkedip sehingga mata berisiko terasa kering.

Kondisi Kerja Perlu Diperhatikan untuk Mencegah CVS

Gangguan mata pada pengguna komputer tidak hanya berkaitan dengan lamanya waktu menatap layar. Kondisi lingkungan dan kebiasaan selama bekerja juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Penelitian Waode Sitti Nurul Aulyah, Atjo Wahyu, dan Syamsiar S. Russeng dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang diterbitkan dalam Hasanuddin Journal of Public Health pada 2023 membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan Computer Vision Syndrome pada pekerja pengguna komputer.

Kajian tersebut menyoroti pentingnya memperhatikan kondisi kerja serta berbagai faktor yang berkaitan dengan munculnya keluhan mata saat menggunakan komputer.

Karena itu, pekerja perlu membangun kebiasaan kerja yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga memperhatikan kesehatan tubuh selama berada di depan layar.

Mengambil jeda untuk berdiri, melakukan peregangan, dan menyesuaikan posisi layar dapat menjadi bagian dari rutinitas kerja yang lebih sehat. Langkah tersebut juga membantu mengurangi ketegangan yang berkaitan dengan posisi duduk dalam waktu lama.

Jangan Abaikan Mata Nyeri dan Pandangan Kabur

Keluhan mata yang muncul setelah bekerja di depan komputer sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai kondisi biasa. Terlebih apabila gejalanya terus berulang atau tidak membaik setelah beristirahat.

Jika mata tetap terasa nyeri, mengalami kemerahan, atau pandangan kabur meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat, pekerja dianjurkan menjalani pemeriksaan ke dokter mata.

Pemeriksaan berkala juga penting untuk membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Dengan demikian, masalah pada mata dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan.

Menjaga kesehatan mata tidak selalu memerlukan perubahan besar dalam rutinitas kerja. Mengatur jarak pandang, memperhatikan pencahayaan, menerapkan aturan 20-20-20, serta memberikan jeda secara teratur merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kenyamanan penglihatan.

Kebiasaan tersebut perlu diterapkan secara konsisten, terutama bagi pekerja yang setiap hari mengandalkan komputer untuk menyelesaikan tugas. Dengan perhatian terhadap kesehatan mata, produktivitas kerja diharapkan tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Tinggalkan komentar