gaya hidup

Lebih Nyaman Meeting Online daripada Tatap Muka? Ini Ciri-Cirinya Menurut Psikologi

Urban Jateng Diterbitkan 16:34 5 menit membaca
Foto: idnnow.id
Ukuran Teks:

Jakarta – Kebiasaan memilih meeting online dibandingkan pertemuan tatap muka ternyata dapat mencerminkan preferensi seseorang dalam berkomunikasi. Faktor kenyamanan psikologis, kebutuhan untuk mempersiapkan pembicaraan, hingga keinginan mengendalikan penampilan diri menjadi beberapa hal yang memengaruhi pilihan tersebut.

Riset yang dipublikasikan melalui ScienceDirect menunjukkan bahwa individu dengan kecemasan sosial cenderung lebih menyukai komunikasi daring daripada interaksi langsung.

Dalam psikologi komunikasi, setiap media memiliki kemampuan berbeda dalam menyampaikan informasi. Pertemuan tatap muka dianggap mempunyai kekayaan komunikasi lebih tinggi karena melibatkan percakapan verbal, ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta berbagai isyarat nonverbal lainnya.

Sementara itu, komunikasi melalui video call masih memungkinkan peserta melihat ekspresi dan mendengar suara lawan bicara sehingga dinilai lebih mendekati interaksi langsung dibandingkan komunikasi berbasis teks.

5 Ciri Orang yang Lebih Suka Meeting Online

Ada beberapa karakteristik yang dapat menjelaskan mengapa seseorang merasa lebih nyaman mengikuti rapat melalui layar dibandingkan bertemu langsung.

1. Lebih Suka Memikirkan Jawaban Sebelum Berbicara

Orang yang menyukai meeting online umumnya menghargai kesempatan untuk menyusun pemikiran sebelum menyampaikan pendapat.

Mengutip Psychology Today, sebagian individu introvert merasa lebih nyaman ketika mempunyai waktu untuk mengolah informasi terlebih dahulu. Mereka tidak selalu spontan dalam berbicara, tetapi dapat menyampaikan gagasan dengan baik setelah memiliki kesempatan untuk berpikir.

Format rapat virtual memberikan ruang tersebut melalui fitur kolom chat, tombol angkat tangan, maupun pilihan menyampaikan tanggapan setelah peserta lain selesai berbicara.

Dengan demikian, seseorang tetap bisa berkontribusi dalam diskusi tanpa harus selalu mengambil bagian dalam percakapan secara spontan.

2. Lebih Nyaman Mengendalikan Cara Menampilkan Diri

Karakteristik berikutnya berkaitan dengan keinginan seseorang untuk mempunyai kendali lebih besar terhadap bagaimana dirinya terlihat di hadapan orang lain.

Dalam pertemuan langsung, peserta harus berhadapan dengan perhatian orang-orang di sekitarnya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan tekanan tersendiri bagi individu yang kurang nyaman menjadi pusat perhatian.

Melalui pertemuan virtual, sebagian orang merasa mempunyai ruang lebih besar untuk mengatur keterlibatan dan cara mereka berkomunikasi.

Dikutip dari Fast Company, Shana Simmons, seorang manajer yang sering memimpin rapat virtual, menyebut banyak individu introvert justru dapat menunjukkan kemampuan mereka dengan lebih baik melalui format pertemuan daring.

3. Mengutamakan Efisiensi Waktu dan Aktivitas

Preferensi terhadap meeting online juga dapat berkaitan dengan pertimbangan praktis, terutama dalam mengatur waktu.

Pertemuan virtual memungkinkan peserta mengikuti diskusi tanpa harus melakukan perjalanan menuju lokasi rapat. Waktu yang biasanya digunakan untuk perjalanan dapat dialihkan untuk menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Kenyamanan ini membuat rapat daring dianggap lebih efisien, khususnya untuk pertemuan dengan jumlah peserta terbatas.

Survei terhadap lebih dari 2.000 pekerja dewasa di Inggris menunjukkan bahwa rapat virtual dinilai lebih efisien untuk kelompok kecil beranggotakan dua hingga empat orang.

Sebaliknya, pertemuan langsung lebih banyak disukai untuk rapat dengan peserta berjumlah besar, yakni 10 orang atau lebih.

Survei tersebut juga menemukan perempuan dan karyawan dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung menilai rapat daring lebih efisien.

4. Mampu Mengatur Kenyamanan Emosional

Sebagian orang memilih komunikasi virtual karena merasa lebih tenang ketika terdapat jarak fisik dengan lawan bicara.

Kehadiran layar dapat memberikan ruang psikologis, terutama ketika harus membicarakan persoalan sensitif atau menyampaikan pendapat yang berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan.

Kondisi tersebut membuat sebagian peserta merasa tidak terlalu tertekan dibandingkan ketika harus berhadapan langsung dengan banyak orang.

Namun, kenyamanan ini tidak berarti seseorang selalu menghindari interaksi sosial. Preferensi tersebut lebih berkaitan dengan cara individu mengelola situasi komunikasi agar tetap dapat berpartisipasi secara optimal.

5. Lebih Mudah Berpartisipasi dalam Diskusi Virtual

Meeting online juga dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi orang-orang yang mengalami hambatan tertentu dalam komunikasi langsung.

Psikolog dari Universitas Brigham Young menjelaskan bahwa pertemuan daring berpotensi mendorong partisipasi lebih besar dari individu dengan gangguan pendengaran maupun orang yang memiliki sifat pemalu.

Selain itu, format virtual berpotensi mengurangi fenomena groupthink, yakni kondisi ketika seseorang cenderung mengikuti pendapat kelompok daripada menyampaikan pandangan kritisnya sendiri.

Meski begitu, komunikasi virtual tetap memiliki keterbatasan. Berkurangnya interaksi fisik dapat membuat peserta kehilangan sebagian kesempatan untuk membangun kedekatan dan hubungan interpersonal secara langsung.

Meeting Online Tidak Selalu Lebih Baik daripada Tatap Muka

Meskipun mempunyai sejumlah keunggulan, komunikasi virtual tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua kebutuhan pekerjaan.

Salah satu tantangannya adalah munculnya fenomena liking gap. Istilah ini menggambarkan kecenderungan seseorang meremehkan seberapa besar lawan bicaranya menyukai dirinya setelah melakukan percakapan.

Penelitian yang melibatkan peneliti dari UC Santa Cruz, Vanessa Oviedo, menemukan bahwa proses membangun hubungan sosial juga mengalami penyesuaian ketika komunikasi berlangsung secara virtual.

Di sisi lain, survei Forbes yang dikutip dari laporan WeWork menemukan bahwa 84 persen eksekutif masih lebih menyukai pertemuan tatap muka.

Pertemuan langsung dianggap mampu membantu membangun hubungan bisnis yang lebih kuat dan bermakna dibandingkan komunikasi melalui layar.

Preferensi Komunikasi Bukan Penentu Kepribadian

Kecenderungan seseorang memilih meeting online sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda bahwa dirinya antisosial atau tidak mampu berkomunikasi secara langsung.

Psikologi memandang pilihan media komunikasi sebagai preferensi yang dapat dipengaruhi oleh kebutuhan, situasi, dan karakteristik individu.

Rapat virtual dapat menjadi pilihan efektif untuk diskusi kelompok kecil, koordinasi pekerjaan, maupun komunikasi yang membutuhkan fleksibilitas waktu. Sementara itu, pertemuan langsung tetap mempunyai peran penting dalam membangun hubungan interpersonal dan memperkuat relasi bisnis.

Karena itu, pemilihan metode rapat idealnya disesuaikan dengan tujuan pertemuan, jumlah peserta, serta kebutuhan komunikasi masing-masing pihak. Dengan pendekatan tersebut, komunikasi dapat berlangsung lebih efektif tanpa mengabaikan kenyamanan setiap individu.

Sumber:idnnow.id

Tinggalkan komentar