agenda kota

Magelang Flower Festival Raup Penjualan Bunga Rp225 Juta per Hari, Pemkot Siapkan Agenda Tahunan

Urban Jateng Diterbitkan 15:44 3 menit membaca
Foto: Antaranews.com
Ukuran Teks:
MAGELANG – Magelang Flower Festival (MFF) 2026 mulai menunjukkan potensi sebagai penggerak ekonomi masyarakat Kota Magelang. Festival yang berlangsung di Alun-Alun Kota Magelang pada 25 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatkan aktivitas perdagangan bunga, tanaman hias, dan produk UMKM.

Besarnya potensi ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan membuat Pemerintah Kota Magelang berencana menjadikan MFF sebagai agenda tahunan daerah. Pemerintah juga ingin penyelenggaraan berikutnya dikembangkan dengan konsep yang lebih baik agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, festival tersebut memiliki peluang untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus membuka kesempatan usaha bagi warga.

“MFF ini memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” kata Damar dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang yang diterima di Magelang, Sabtu.

Menurutnya, penyelenggaraan festival di pusat kota memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di kawasan Alun-Alun. Kehadiran pengunjung menjadi peluang bagi pedagang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.

Penjualan Bunga dan Tanaman Hias Capai Rp225 Juta Sehari

Salah satu indikator tingginya aktivitas ekonomi selama MFF 2026 terlihat dari transaksi penjualan bunga dan tanaman hias. Damar menyebut omzet pedagang di sektor tersebut mencapai sekitar Rp225 juta setiap hari.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Kota Magelang, tetapi juga dari berbagai daerah lain, termasuk luar Pulau Jawa.

“Animo masyarakat luar biasa. Mereka datang untuk melihat sekaligus membeli anggrek, tanaman hias, pupuk, dan berbagai produk lainnya,” ujarnya.

Damar menjelaskan, nilai transaksi tersebut baru menghitung penjualan bunga dan tanaman hias. Angka itu belum memasukkan pendapatan pelaku UMKM lain yang menawarkan makanan, kerajinan, serta berbagai produk pendukung selama festival berlangsung.

Dengan demikian, aktivitas perdagangan yang tercipta selama MFF berpotensi memberikan perputaran ekonomi lebih besar bagi masyarakat yang terlibat.

Bunga Diangkat Menjadi Daya Tarik Wisata dan Kreativitas

Pemkot Magelang mengembangkan festival ini dengan menjadikan bunga sebagai bagian dari kekuatan budaya, pariwisata, kreativitas, edukasi, sekaligus ekonomi daerah.

Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. Agenda tersebut meliputi pertunjukan kesenian, pameran, karnaval, fesyen, hingga edukasi mengenai flora.

Dua kegiatan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian MFF 2026 adalah Senam ASRI dengan target 10.000 peserta pada Jumat (30/10) dan Magelang Ethno Carnival yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026.

Ragam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas daya tarik festival sehingga tidak hanya dikunjungi masyarakat yang tertarik pada tanaman hias, tetapi juga wisatawan dan komunitas dari berbagai bidang.

Ribuan Warga Ikuti Senam ASRI di Alun-Alun

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam kegiatan Senam ASRI yang digelar pada Jumat (30/10). Ribuan warga memadati Alun-Alun Kota Magelang untuk mengikuti kegiatan bersama tersebut.

Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), komunitas, hingga masyarakat umum.

Selain menjadi aktivitas olahraga bersama, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan Kota Magelang.

Pelaksanaan Senam ASRI juga bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kota Magelang.

Damar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut menyukseskan berbagai rangkaian kegiatan festival dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang bersama-sama ikut membangun Kota Magelang. Ke depan, kita ingin Kota Magelang semakin maju dan sejahtera. Mari bersama membangun dan melayani sepenuh hati,” katanya.

Rencana menjadikan Magelang Flower Festival sebagai agenda tahunan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Selain memperkuat daya tarik wisata, kegiatan tersebut juga berpeluang membuka pasar lebih luas bagi pedagang bunga, pelaku UMKM, dan sektor ekonomi kreatif di Kota Magelang.

Sumber:Antaranews.com

Tinggalkan komentar